Ricuh, Musda Golkar Jembrana Ditunda

(Last Updated On: )

NEGARA – fajarbali.com | Musda DPD Partai Golkar Jembrana yang berlangsung di sekretariat DPD II Partai Golkar Jembrana sempat memanas dan menimbulkan kericuhan, Selasa (18/8/2020). Kejadian itu, seusai pembukaan musda yang dihadiri Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Bali, Nyoman Sugawa Korry serta sejumlah pengurus DPD Golkar Bali. 

Mulanya kericuhan itu diawali dan dipicu adanya tiga perwakilan sayap didirikan Golkar yang datang terlambat dan tidak tepat waktu. Ketiga perwakilan itu memiliki hak suara pada musda ini. Namun absensi kehadiran peserta musda sudah tutup pukul 10.00 wita. Tetapi ketiganya langsung naik ke lantai dua, untuk mengikuti jalannya musda internal yang salah satunya penentuan pemilihan Ketua DPD Golkar Jembrana. Sejumlah kader Golkar terutama dari kader AMPG dan pengurus PD langsung bereaksi, bahwa keterlambatan ketiga perwakilan itu datang ke lokasi musda dinilai menyalahi aturan terutama waktu absensi. Hal ini menimbulkan keberatan, karena melihat adanya gelagat yang kurang baik. Tak sampai disitu, sejumlah kader Golkar yang keberatan menyuruh ketiga orang perwakilan itu turun dari ruangan. ” kami keberatan dan minta mereka turun ,,kenapa baru datang, sedangkan absensi sudah tutup jam sepuluh tadi,” tegas salah satu kader. Awalnya tak mau keluar, sehingga sejumlah kader terpaksa naik ke lantai dua dan mengeluarkannya secara paksa. Sempat terjadi adu argumen antara sesama pengurus DPD Kabupaten dan Provinsi. Selanjutnya panitia dan pengurus DPD provinsi, kabupaten, sempat mengelar   rapat  intenal. Selanjutnya Ketua Panitia Musda Golkar Jembrana, Komang Birawan menyampaikan kepada DPD Golkar Provinsi Bali untuk menunda jalannya musda , karena kondusi tidak kondusif. 

Sementara Ketua  DPD Golkar  Bali  Wayan Sugawa  Korry  mengatakan penundaan Musda ini karena usulan dari panitia. “Karena ini permintaan dari panitia,  kami putuskan Musda Golkar Jembrana ditunda,” jelasnya . Musda DPD Partai Golkar Jembrana  ini merupakan yang kelima setelah empat kabupaten lainnya. Tertundanya musda ini karena kondisi kurang kondusif , adanya pelarangan peserta yang masuk memang terlambat datang. Namun sebenarnya diperbolehkan masuk , karena sidang belum mulai. “Namun karena usulan dari panitia minta ditunda, ya kami tunda,” ujar Sugawa Korry. Penundaan ini dilakukan hingga sebelum tanggal 31 Agustis. Saat ditanya apakah ada kaitannya dengan pemilihan calon Ketua DPD Golkar Jembrana , belum diketahui dan masih dilakukan pengecekan. Harapan agar pelaksanaan Musda dilakukan tetap secara demokratis dan ada rekonsiliasi ketika ada beberapa calon. “Ini hal yang biasa dialam demokrasi, kami berharap pelaksanaan musda ini berjalan lancar, ” tukasnya.  Dari lima daerah di Bali yang telah melakukan Musda, menurutnya memang baru di Jembrana ini yang terjadi kondisi seperti ini. 

Dalam musda ini ada tiga kader yang diusung jadi calon Ketua DPD Golkar Jembrana. Ketiganya , Plt Ketua DPD Partai Golkar Jembrana Made Suardana, lalu Ketut Widastra dan Wayan Suardika. Namun  sebelum musda dimulai, Wayan Suardika yang menjabat Wakil Ketua DPRD Jembrana mundur. Sehingga masih ada dua calon yang diusung yakni Made Suardana dan Ketut Widastra. Musda  sendiri  melibatkan  11 perwakilan yang memiliki  hak  suara  dalam Musda. (prm).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Lima Pegawai PN Denpasar Positif Covid-19, PN Denpasar Tutup Dua Minggu

Sel Agu 18 , 2020
(Last Updated On: )DENPASAR – Fajarbali.com | Pengadilan Negeri (PN) Denpasar akhirnya kembali menutup aktifitas selama 2 pekan usai 5 pengawainya dinyatakan positif Covid-19.

Berita Lainnya