Dukungan juga datang dari Pemerintah Kabupaten Buleleng. Dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Dinas Kebudayaan, Drs. I Nyoman Wisantika, Bupati Buleleng menyoroti pentingnya sastra sebagai media pelestarian budaya.
Namun, tantangannya adalah rendahnya minat baca dan minimnya interaksi antara penulis dan pembaca. “Kita perlu memanfaatkan media sosial, membentuk komunitas sastra, memasukkan sastra ke kurikulum, dan melibatkan berbagai pihak untuk menjaga eksistensi sastra,” kata dia.
Bagi David Irianto dari Tim MTN Kemdikbud RI, acara ini adalah wadah untuk menyalakan imajinasi generasi muda. “Kami ingin anak-anak muda terinspirasi, berani berkarya, dan menjadikan sastra bagian dari hidup mereka,” pungkasnya.










