Dalam pertemuan itu, pihak istana menyatakan akan meninjau kembali rancangan Perpres dan menjamin pelibatan perwakilan komunitas ojol dalam pembahasan lanjutan.
Perwakilan URC lainnya, Khasanah, menyebutkan bahwa pemerintah memberikan respon positif terhadap aspirasi mereka.
“Alhamdulillah kita sudah diterima oleh perwakilan Presiden, yaitu Bapak Wamensesneg Juri Ardiantoro. Semua kita bicarakan, termasuk tentang ladies ojol. Beliau sangat apresiasi terhadap ladies ojol yang mencari nafkahnya,” kata Khasanah.
Ia menambahkan, surat tuntutan URC telah diterima dan dijanjikan akan disampaikan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah juga berkomitmen untuk membuka ruang dialog dengan komunitas ojol demi terciptanya regulasi yang adil dan berkelanjutan.
Seruan Keadilan dan Solidaritas
URC Bergerak berharap agar Presiden dan kementerian terkait benar-benar mendengarkan aspirasi pengemudi ojol di lapangan. Mereka menekankan pentingnya musyawarah dan keadilan sosial dalam pembentukan Perpres transportasi online.
Aksi diakhiri dengan doa bersama dan hening cipta untuk mengenang para pengemudi ojol yang telah wafat, di antaranya Affan Kurniawan dan Rusdamdiansyah, sebagai simbol perjuangan panjang komunitas dalam memperjuangkan hak dan kesejahteraan mitra ojek online. (dj)










