Upacara melasti ini kaitannya dengan pesucian atau jika diartikan ke sekala diumpamakan beliau menyucikan diri pada sumber mata air yang disucikan tersebut. “Makna atau filosofinya sama, untuk melebur segala macam kekotoran pikiran, perkataan dan perbuatan, serta memperoleh air suci untuk kehidupan,”tandasnya.
Usai upacara melasti, Krama Desa Adat nantinya akan melakukan pecaruan Agung di Catus Pata Desa saat pengerupukan Jumat (28/3) nanti. Dilanjutkan dengan pawai ogoh – ogoh dan juga penyipengan.“Saat penyipengan kita sudah himbau ke pecalang Desa untuk selalu menjaga ketertiban dan kesucian pelaksanaan Catur Brata penyepian. Mereka nantinya melakukan pengawasan keliling desa,”tutupnya. @gus










