Sekretaris Yayasan Perkumpulan Pendidikan Nasional (Perdiknas) Ketut Gede Sri Dwiya Tuvoli Amararaja, mendukung penuh kegiatan tersebut. Alasannya, Teknaska sebagai sekolah vokasi wajib hukumnya mendengarkan kebutuhan stakeholder karena merekalah yang akan menyerap para lulusan.
Di era keterbukaan serta perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat ini, menurut Sri Dwiya, sebuah institusi apalagi di bidang pendidikan harus adaptif dan tidak alergi kritk demi kemajuan bersama.
“Apa yang dilakukan pimpinan unit kami, SMK Teknologi Nasional, sudah sangat tepat. Kita memang harus terbuka terhadap masukan dari luar. Itu sangat bagus menurut saya,” jelasnya.
Gede Suyastika, Instruktur Asta Learning Centre mengapresiasi kualitas peserta didik Teknaska. Penilaian itu diberikan setelah beberapa tahun mengamati anak-anak Teknaska yang magang di kantor tempatnya bekerja.
“Anak-anak yang magang di Asta Learning Center memegang peranan penting di bidang IT dan Tata Kelola Perkantoran. Untuk ukuran anak SMA sederajat, kemampuan mereka sudah lumayan bagus,” kata Suyastika.
Senada, pimpinan Prabu Tax Consulting, Ni Wayan Sumarni mengaku tertarik bekerja sama dengan Teknaska karena mendapatkan informasi bahwa kemampuan peserta didik Teknaska bisa diandalkan. Karenanya, Prabu Tax Consulting memutuskan bekerja sama dengan sekolah tersebut beberapa waktu lalu.
Perusahaan konsultan pajak dan akuntansi ini menegaskan, prospek kerja pada kedua bidang jasa tersebut sangat cerah. Setiap wajib pajak, baik perseorangan dan perusahaan tidak lepas dari pajak, sehingga potensinya sangat besar.










