Selain Perangi Covid 19, Pemuda Gianyar Juga Perangi DB

GIANYAR - sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Selain menghadapi bahaya Covid 19, kasus demam berdarah di Gianyar juga tak kalah mengancam masyarakat. Dari laporan kasus, hingga pertengahan April ini, terdapat 406 orang terkangkit DBD. Kondisi ini menjadi kekhawatiran semua kalangan.

 

 

Anggota DPRD Gianyar, Kadek Wardana, Ngurah Made Serana dan I Gusti Nyoman Yasa untuk melakukan fogging secara mandiri bersama masyarakat. Kegiatan mengajak Sekaa Truna di Banjar Mas, Desa Sayan, kecamatan Ubud, Gianyar. Bahkan Sekaa Truna setempat mengambil kas pribadi sebesar Rp 7 juta. Kadek Wardana di sela-sela fogging, Minggu (19/4/2020)  mengatakan, sejumlah desa telah dijajakinya, terutama desa yang terkatagori parah. Awalnya ia membeli alat fogging  untuk melakukan fogging di desanya, Desa Belega, Blahbatuh, karena ada tiga warga di Desa Belaga telah positif DBD. “Awalnya saya lakukan di desa Belega, karena keterbatasan alat, 4 hari full pagi dan sore melakukan fogging,” ungkap Wardana.

 

Melihat kondisi tersebut, Ngurah Made Serana dan I Gusti Nyoman Yasa juga ikut membali alat fogging. “Kita jadinya ada 3 mesin dari saya,  Ajik Serana dan Gusti Nyoman Yasa, bersinergi agar fogging bisa dilakukan lebih cepat, karena banyak desa-desa yang minta fogging,” ungkapnya. Ia menyebutkan, selain wabah corona, DBD di Gianyar juga mengancam, bahkan telah telah memakan korban jiwa.

 

Kadek Wardana menjelaskan karena sudah musimnya DBD, lebih baik mencegah daripada mengobati, hal ini adalah saran dari orang-orang medis di desa dan aspirasi masyarakat di desa. “Apalagi sudah banyak korban jadi kita harus cepat cegah agar tidak semakin parah,” tambahnya.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top