Resiko Bencana Hidrometeorologi, Buleleng Kuatkan Sinergi dan Mitigasi Kebencanaan

u22-WhatsApp-Image-2025-10-17-at-17.25.00_523ccd82
Putu Ariadi Pribadi

Perlu diketahui, potensi bencana hidrometrologi disebabkan oleh komponen permukaan lahan, komponen atmosfer dan komponen manusia, untuk itu perilaku kita dalam menjaga lingkungan sangat penting dengan tidak membuang  sampah sembarangan, menjaga kebersihan drainase, sungai dan pantai.”Kegiatan Jumat bersih yang telah dilakukan dilingkungan masing-masing merupakan langkah konkret dalam mencegah bencana banjir. Kesadaran dan prilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) agar menjadi sebuah kebiasaan bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali,”pintanya.

Pihaknya berharap setelah rapat koordinasi ini, sinergi makin kuat, mitigasi bencana di Kabupaten Buleleng semakin padu dan kongkret. seperti melakukan pemetaan serta deteksi dini terhadap potensi ancaman, risiko dan kerentanan untuk menentukan jalur evakuasi dan titik kumpul yang paling aman pada saat terjadi bencana, melaporkan secara rutin kondisi wilayah yang berpotensi mengalami bencana hidrometeorologi, terakhir penataan lingkungan dengan mengajak seluruh pihak bersama masyarakat lewat aksi gerakan kebersihan di saluran air, sungai, drainase dan pantai serta PHBS.

Sementara itu, stakeholder terkait seperti Kementerian Pekerjaan Umum RI melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida menjelaskan pengelolaan banjir sesuai kewenangannya, sedangkan Dinas PUTR Kabupaten Buleleng menjelaskan peta resiko dan langkah antisipatif banjir terhadap drainase-drainase yang ada terutama diwilayah perkotaan yang rawan banjir. Lebih lanjut dari BMKG memaparkan prediksi musim hujan tahun 2025-2026. Dari UPTD KPH Bali Utara Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali terkait pengelolaan, perlindungan hutan terhadap cuaca ekstrem di Buleleng dan diakhir melalui Dirjen Bina Marga Kementerian PU memaparkan potensi dan pencegahan pohon tumbang di ruas jalan nasional. @gus

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top