Bahkan Suradnyana menambahkan, karena anggaran terbatas, pihaknya berusaha melakukan pertimbangan-pertimbangan untuk membantu para relawan untuk meringankan beban dalam menghadapi pandemi. Untuk kesinambungan pemberian bantuan beras ini, dirinya mengatakan, pihakanya masih melihat perkembangan penyebaran covid-19 di Buleleng.”Jika situasinya membaik, sektor ekonomi kita bisa buka lagi, jadi otomatis bantuannya juga dihentikan, tapi kalau masih ada transmisi lokal dan daerah kita ditutup, ya kita akan upayakan lagi,”jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Buleleng Gede Melandrat,SP dalam laporannya mengatakan, Pemkab Buleleng telah bekerjasama dengan Pemerintah Desa untuk mendata para relawan. Kemudian dari data tersebut dilakukan verifikasi untuk mendapatkan data relawan yang paling layak untuk mendapatkan bantuan. Ia mengungkapkan, total anggaran untuk pemberian beras ini Rp. 802.914.000.”Karena keterbatasan anggaran, bantuan ini diprioritaskan bagi non PNS, TNI, Polri, dan bukan perangkat desa,”ungkapnya. (ags).










