"Kami langsung sosialisasikan, persiapkan dan merekrut mahasiswa yang telah menjadi atlet cabang olahraga (cabor) lain untuk gabung ke tim kabaddi," kenangnya.
Tim yang dibentuk di UPMI Bali, lanjut dia, kemudian disahkan menjadi Tim Nasional Indonesia bertarung di Asean Beach Games di Bali. Hasilnya langsung bertengger di posisi tiga.
Hingga saat ini, tim nasional kabaddi masih didominasi atlet dari Bali. Pada ajang Asean Games 2018 Jakarta-Palembang, Tim Nasional Indonesia yang berjumlah 24 orang, 21 di antaranya berasal dari Bali. Khususnya lagi mahasiswa UPMI Bali.
Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Federasi Olahraga Kabaddi Seluruh Indonesia (PP FOKSI) Dr. Maryoto Subekti, mengakui bahwa UPMI Bali adalah embrio kabaddi Indonesia. "Sejarahnya memang begitu," kata Maryoto.
Menurut Maryoto, kabaddi adalah jenis olahraga "full body contact" yang memadukan keberanian ketangkasan, kekuatan, sedikit bela diri. Keberanian dibutuhkan karena satu orang harus menghadapi tujuh orang.
PP FOKSI, lanjut Maryoto, mengucapkan terima kasih kepada Rektor UPMI dan YPLP PT IKIP PGRI Bali yang telah berinisiatif menggelar rektor cup untuk pertama kalinya di Bali.
"Meskipun rektor cup, tapi euforianya sudah seperti pekan olahraga provinsi. Sangat ramai dan meriah," ungkapnya.
Ketua Pengprov FOKSI Bali Made Sukawan Adika, menambahkan, ketertarikan generasi muda terhadap cabor kabaddi dikarenakan rasa haus prestasi di cabor yang sedang berkembang.
Selain itu, Bali memiliki permainan tradisional yang mirip kabaddi, yakni "magoak-goakan" dan "megala-galaan". Sehingga tinggal beradaptasi dengan regulasinya.










