Ratusan Pengungsi Gunung Agung Kembali ke KRB

Berbulan-bulan meninggalkan kampung halaman, pengungsi Gunung Agung di Kabupaten Klungkung mulai dilanda jenuh. Selasa (2/1/2018) ratusan warga Kabupaten Karangasem tersebut nekat kembali ke rumah masing-masing.

SEMARAPURA-fajarbali.com | Sejak Minggu (31/12/2017) mereka sudah mengemasi barang. Padahal pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klungkung sudah berkali-kali mengimbau agar mereka tak kembali sebelum status  Gunung Agung dinyatakan aman.

Pengungsi yang pulang, berasal dari Kawasan Rawan Bencana (KRB) II. Jumlah terbanyak adalah pengungsi di Balai Banjar Jelantik Koribatu, Desa Tojan. Sesuai data terakhir, pengungsi yang pulang mandiri dari Balai Banjar tersebut sebanyak 158 orang. Mayoritas berasal dari Desa Dusa, Kecamatan Selat.

Selain di lokasi tersebut, BPBD juga mencatat ada pengungsi di GOR Swecapura yang pulang ke kampung halaman. Jumlahnya mencapai 60 orang yang berasal dari Desa Perangsari, Kecamatan Selat. Salah seorang pengungsi, Gatiada mengatakan rekannya yang pulang sebelumnya menempati tenda. Namun, sejak tanggal 31 Desember, mereka sudah mengemasi barang dan pulang mandiri. Ia tak mengetahui alasan pasti kepulangan para pengungsi tersebut. Tapi berdasarkan informasi yang didengarnya, saat ini warga di Kecamatan Selat sudah mulai beraktivitas. Utamanya penggalian pasir. Oleh karena itu, banyak pengungsi yang sudah jenuh ingin cepat-cepat pulang untuk bekerja.

“Katanya di desanya sudah aktivitas. Sudah ada yang menggali pasir. Mungkin itu juga menjadi alasan untuk pulang. Agar bisa  bekerja,” ujarnya.

Kepala Pelaksana BPBD Klungkung, Putu Widiada mengatakan kepulangan para pengungsi ini dilakukan secara mandiri. Pihak BPBD tidak memfasilitasi apa-apa. Terlebih, Widiada menegaskan ia sudah berkali-kali mengimbau agar para pengungsi bersabar. Sambil menunggu informasi resmi dari Pusat Vulkanologi. Walau demikian, iapun tak bisa memaksa agar pengungsi tetap tinggal. “Kami tidak memfaslitasi kepulangan mereka. Kami sudah sampaikan, jangan dulu pulang sebelum ada informasi resmi dari pemerintah, dari Pusat Vulkanologi. Tapi kami juga tidak berani memaksa mereka terus tinggal di pengungsian,” tegasnya.

Sesuai data terakhir, pengungsi Gunung Agung di Kabupaten Klungkung sebanyak 11.282 jiwa. Jumlah tersebut tersebar di 44 desa/kelurahan. Khusus di GOR Swecapura, Desa Gelgel pengungsi yang tercatat sebanyak 1.176 jiwa. (dia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Pohon Tumbang dan Longsor Awali Tahun Baru di Gianyar

Sel Jan 2 , 2018
GIANYAR-fajarbali.com | Mengawali Tahun 2018 khususnya di Kabupaten Gianyar, di beberapa titik terjadi longsor dan pohon tumbang. Seperti yang terjadi Selasa (2/1/2018) pagi, pohon sejenis Ancak tumbang dan menutupi seluruh badan jalan. Pohon tumbang ini di ruas jalan Banjar Jasan, Desa Sebatu, Kecamatan Tegalalang. Pohon tumbang ini tidak menimbulkan korban […]
BPD BALI