Kemudian berdasarkan data yang disampaikan, potensi unggulan Kabupaten Tabanan, diluar sektor pariwisata seperti pertanian dalam arti luas dan UMKM sangat potensial untuk dikembangkan. Hal ini memerlukan usaha yang keras dan sungguh-sungguh dari Pemerintah Daerah sehingga tidak hanya mengandalkan pariwisata yang sangat rentan dengan issu keamanan baik regional maupun global, dimana PAD yang sangat mengandalkan kontribusi dari sektor pariwisata akan sangat berpengaruh apabila terjadi issu yang menyebabkan turunnya tingkat kunjungan wisatawan.
Serta Pemerintah Daerah hendaknya dapat mengoptimalkan aset yang dimiliki untuk menambah PAD karena sejauh ini beberapa asset daerah yang berpotensi untuk menambah PAD ternyata tidak dapat dioptimalkan bahkan cenderung tidak terurus. "Misalnya DTW Bedugul yang sempat menjadi primadona, perawatannya justru harus dibiayai dari PAD. Begitu juga halnya dengan keberadaan beberapa asset tanah yang belum dapat dimanfaatkan padahal mempunyai nilai ekonomi. Hal ini hendaknya menjadi prioritas untuk ditangani," tandasnya.
Selanjutnya agenda rapat dilanjutkan dengan penyampaian tanggapan dan masukan dari Komisi-komisi serta pandangan dari Fraksi di DPRD Tabanan. "Yang pada intinya menyetujui dan penyepakati laporan hasil kerja Badan Anggaran DPRD Tabanan dijadikan dasar pemberian rekomendasi atas LKPJ Bupati Tabanan tahun 2019 untuk selanjutnya disampaikan dalam rapat paripurna," tegas Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga. (kdp)










