Sementara, untuk hasil dari pendapatan tersebut nantinya akan dibagikan kepada masing-masing ‘pengempu’ (destinasi). “Misalnya, destinasinya itu Sanur, ya Sanur itu harus dapat. Bisa dalam bentuk Pembangunan dan lainnya,” paparnya.
Lebih lanjut, Adhi Ardhana menyebut bahwa pendapatan yang dimaksud bukan semacam pajak. Melainkan mengarah pada Bisnis. Sedangkan pajak, sejatinya sudah dipungut oleh pemerintah. “Ini bukan pajak, tapi bisnis (bagi hasil). Makanya Digital Tourism,” sebutnya. (her).










