Staf Ahli Gubernur Bali Wayan Serinah mengungkapkan Rakorda II Sahlikada ini berfungsi untuk mengkaji, mengkoordinasikan, dan memfasilitasi terkait sasaran yang ada di Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Pemerintah Provinsi Bali. Untuk bergerak cepat menuju target kinerja yang diinginkan. Salah satunya adalah pelayanan kesehatan tradisional Bali. Targetnya, pelaksanaan pelayanan kesehatan tradisional Bali terintegrasi. Antara komplementer dan tradisional menjadi satu kesatuan. Sehingga pelayanan kesehatan tradisional Bali menjadi tuan rumah di daerah sendiri dan bisa go nasional maupun internasional.”Kebetulan untuk tahun ini Buleleng mendapat giliran setelah Gianyar. Buleleng akan memfasilitasi sehingga seluruh kabupaten/kota bisa bersinergi untuk memajukan pelayanan kesehatan tradisional Bali. Sehingga menjadi ikon baik untuk diri sendiri dalam pengobatan kesehatan dan menjadi salah satu tujuan wisata (health tourism),” tutup dia. W - 008










