Keberhasilan dalam mencapai tujuan bersama juga bergantung pada kerja sama dan kolaborasi yang erat antara Pemerintah, sektor swasta, akademisi, dan masyarakat. Melalui kerja sama ini, dapat diciptakan ekosistem kesehatan yang berkelanjutan dan inklusif.
“Dengan sinergi yang baik, kita bisa lebih efektif dalam menghadapi tantangan dan mengoptimalkan peluang yang ada di sektor farmasi,” ujar Kadek Sudika selaku Ketua Umum GPFI Provinsi Bali.
Dukungan dan partisipasi aktif dari seluruh anggota GPFI Provinsi Bali sangatlah penting dalam menjawab tantangan tersebut.
Pada kesempatan tersebut, Wakil Ketua Umum (WKU) Bidang Kesehatan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Bali, dr. I Gede Wiryana Patra Jaya, M.Kes yang memberikan pemaparan tentang enam pilar Transformasi Kesehatan, yaitu Transformasi Layanan Primer, Transformasi Layanan Rujukan, Transformasi Sistem Ketahanan Kesehatan, Transformasi Pembiayaan Kesehatan Transformasi SDM Kesehatan, dan Transformasi Teknologi Kesehatan.
Patra juga menyampaikan, pentingnya kolaborasi pengurus dan seluruh anggota GPFI untuk mendorong inovasi kesehatan, dimana hal ini dapat memiliki dampak yang signifikan terhadap ketahanan kesehatan nasional.
Ia juga mengatakan bahwa Pemerintah pusat telah mencanangkan altenatif perekonomian Bali yang dapat disesuaikan dengan potensi pariwisatanya.
Dibentuknya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Sanur dengan dibangunnya Bali International Hospital, menunjukkan komitmen Pemerintah untuk mengembangkan sektor lain selain pariwisata, termasuk kesehatan wisata.










