MANGUPURA-Fajarbali.com | Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Badung menggelar rapat kerja (raker) tahun 2026, Jumat (13/3) di Gedung DPRD Badung. Rapat tersebut dipimpin langsung Ketua KONI Badung, I Made Sutama, dan dihadiri jajaran pengurus serta pengurus cabang olahraga (cabor).
Made Sutama mengatakan, pertama rapat akan membahas penguatan organisasi. Menurutnya, organisasi yang kuat akan menjadi pondasi penting dalam meningkatkan prestasi olahraga di daerah.
“Awal kita meningkatkan prestasi olahraga adalah dengan administrasi yang kuat. Kalau administrasi tidak kuat dalam kaitannya kita dengan kepengurusan, bisa saja keabsahannya diragukan,” ujarnya usai rapat, didampingi Sekretaris KONI Badung I Ketut Widia Astika.
Selain penguatan organisasi, rapat kerja juga membahas pembinaan prestasi atlet. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengevaluasi cabang olahraga yang berhasil meraih juara umum pada Porprov 2025 agar dapat terus meningkatkan medali emas. Sementara, cabor yang mendapatkan emas dan tidak mendapatkan juara umum, akan didorong meningkatkan prestasi untuk bisa menjadi juara umum. “Itu kita akan mencoba bahas di raker ini. Kira-kira kiat-kiat apa yang kita harus lakukan, apakah kita mendatangkan pelatih nasional atau yang lainnya,” terangnya.
Sutama mengatakan, berbagai strategi akan dibahas dalam raker tersebut, termasuk kemungkinan mendatangkan pelatih nasional untuk meningkatkan kualitas latihan atlet di Badung. Ia mencontohkan, misal atlet selam mampu meraih juara umum dengan 14 medali emas. Ia berharap mereka terus meningkatkan medali emasnya tidak hanya 14.
“Bagaimana caranya? Umpama kalau pelatihan di Bali belum maksimal, artinya tidak ada strategi khusus, ya kita bisa mengundang pelatih nasional untuk melatih di selam itu sendiri. Begitu juga di renang di renang. Apakah bisa kita meningkatkan kemampuan mereka,” ujarnya.
Ia mengakui bahwa salah satu kelemahan yang masih dihadapi di Badung saat ini adalah pada sektor kepelatihan yang sebagian besar masih ditangani pelatih lokal. “Jika lewat ke luar daerah, kita sudah kita kalah. Nah, itulah, kelemahan kita memang di Badung adalah masalahnya kepelatihan. Pelatih kita masih lokal. Untuk itu kepelatihan ini perlu kita bahas di raker,” tegasnya.W-004










