Wahyu Hidayat menambahkan, hasil pembahasan Rakor Komwil IV nantinya akan dibawa dalam Musyawarah Nasional APEKSI di Kota Medan sebagai rekomendasi bersama pemerintah kota se-Indonesia.
Senada dengan itu, Wakil Ketua Bidang Pembangunan dan Kesejahteraan Sosial APEKSI, Hj. Ika Puspitasari mengatakan, kolaborasi menjadi sebuah keniscayaan dalam menghadapi tantangan pembangunan daerah saat ini.
“Komwil merupakan ujung tombak APEKSI dalam menyuarakan berbagai persoalan daerah sekaligus merumuskan solusi yang dapat menjadi pembelajaran bagi kota lainnya,” ujar Puspitasari.
Selebihnya Puspitasari mencontohkan semangat solidaritas antardaerah yang ditunjukkan anggota APEKSI saat membantu daerah terdampak bencana di Aceh dan Sumatera. Selain itu, APEKSI juga terus mendorong promosi potensi unggulan daerah melalui penyusunan buku potensi dari 98 kota anggota serta pengembangan city branding yang direncanakan diluncurkan pada Oktober mendatang.
“Ada banyak isu yang membutuhkan kolaborasi, mulai dari konservasi energi, kesehatan masyarakat, ketahanan iklim hingga ketahanan lansia. Karena itu mari saling berbagi dan bahu membahu menghadapi tantangan demi kesejahteraan masyarakat di daerah masing-masing,” katanya.
Rangkaian Rakor Komwil IV APEKSI ke-21 juga diisi seminar pariwisata yang menghadirkan narasumber Prof. Ir. Anak Agung Putu Agung Suryawan Wiranatha dari Universitas Udayana. Seminar tersebut membahas penguatan sektor pariwisata daerah di tengah perubahan tren global dan tantangan pembangunan berkelanjutan.










