Harris Sadikin juga menyoroti peran sentral dan strategis PWI sebagai mitra pemerintah dalam menjaga kondusifitas daerah. "Saya berharap komitmen dari anggota PWI, khususnya PWI Bali, mari bersama-sama dengan pemerintah menjaga daerah. Komitmen itu tidak harus kita menjadi antek-antek pemerintah, melainkan sebagai mitra yang sejajar," tegasnya, menekankan posisi setara antara pers dan pemerintah.
Plt. Ketua PWI Bali, Wayan Dira Arsana, menyatakan komitmennya untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah demi memajukan dan menjaga persatuan Indonesia. Dengan tegas, ia juga menyatakan kesiapannya untuk melanjutkan tugas-tugas kepemimpinan PWI Bali melalui pencalonan dirinya sebagai Ketua PWI Bali periode 2025-2030, menandakan ambisinya untuk membawa PWI Bali ke arah yang lebih baik.
Konferprov kali ini diisi dengan sejumlah agenda sidang penting. Sidang pleno akan membahas dan menetapkan agenda sidang, serta penetapan Daftar Pemilih Tetap Konferprov Bali 2025. Selain itu, akan ada pembahasan dan penetapan Tata Tertib Konferprov PWI Bali 2025, Penyampaian dan Penetapan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Pengurus PWI Bali periode 2019-2024.
Puncak dari Konferprov ini adalah pemilihan dan penetapan Ketua serta Dewan Kehormatan PWI Bali yang baru. Proses ini menjadi krusial untuk menentukan arah dan kepemimpinan PWI Bali lima tahun ke depan, dengan harapan dapat terus memperkuat peran pers dalam pembangunan daerah dan menjaga nilai-nilai jurnalistik yang berintegritas. (M-001)










