NEGARA-sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Puluhan eks karyawan Hardys beramai-ramai mengadu datang ke DPRD Jembrana, Senin (12/3/2018). Penyampaian aspirasi para eks karyawan tersebut, lantaran belum mendapat uang pesangon mereka, setelah perusahaan Hardys dinyatakan pailit pada putusan pengadilan.
Kedatangan puluhan mantan karyawan Hardys yang dipimpin Ketua SPSI Jembrana Sukirman dengan membentang spanduk, mendapat pengamanan ketat dari pihak kepolisian dari Polres Jembrana. Selanjutnya mereka diijinkan masuk dan melakukan pertemuan di ruang rapat DPRD Jembrana yang diterima Ketua DPRD Jembrana Ketut Sugiasa dan Ketua Komisi B, Nyoman Sutengsu Kusumayasa.
Dalam pertemuan itu dihadiri oleh Dinas Tenaga Kerja dan Energi Sumber Daya Mineral (Disnaker ESDM) Provinsi Bali dan Dinas Penanaman Modal Perijinan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja Kabupaten Jembrana. Para eks karyawan Hardys mengadukan keluhan nasibnya, lantaran sudah dua bulan belum mendapatkan uang pesangon.
Komang Widiartono mengaku setelah Hardys dinyatakan pailit, lalu beralih dibawah manajemen PT Artha Sedana dan selanjutnya terjadi PHK. Selain itu, bila dinyatakan pailit, sampai sekarang eks karyawan belum tahu siapa kuratornya dan belum pernah dimintai data-data. “Kami berharap supaya dewan, dapat membantu supaya, hak-hak kami itu dapat dibayarkan,” ujarnya.
Ketua SPSI Jembrana Sukirman, mengatakan meskipun eks karyawan Hardys ini tidak terdaftar sebagai anggota SPSI. Namun, SPSI tergerak untuk membantu karena mereka semuanya adalah warga Jembrana. Persoalan yang membelit ini, sudah dilaporkan ke Pemkab, namun malah mereka diminta ke Denpasar.










