Program KKN IPE di Desa Lukluk Padat Karya: Wujudkan Generasi Tangguh yang Bebas dari Penyakit 

IMG-20260202-WA0014
KOLASE-Beberapa dokumentasi kegiatan Kelompok KKN IPE Poltekkes Kemenkes Denpasar di Kelurahan Lukluk, Mengwi, Badung.

MANGUPURA-fajarbali.com | Program Kuliah Kerja Nyata Interprofessional Education (KKN IPE) Poltekkes Kemenkes Denpasar 2026 di Kelurahan Lukluk, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, mengangkat tema “Generasi Muda Tangguh: Hidup Sehat Bebas Penyakit Menular dan Penyakit Tidak Menular”.

Program ini menjadi upaya kolaboratif lintas profesi kesehatan untuk mendorong penguatan kegiatan promotif dan preventif langsung di tingkat kelurahan.

Sebanyak 30 mahasiswa dari enam program studi—Keperawatan, Kebidanan, Keperawatan Gigi, Gizi, Kesehatan Lingkungan, dan Teknologi Laboratorium Medis—terlibat dalam kegiatan ini.

Pendekatan interprofesional menjadi dasar pelaksanaan KKN, dengan menekankan kerja sama antarbidang dalam merespons persoalan kesehatan masyarakat secara menyeluruh.
Sebagai pijakan penyusunan program kerja, tim KKN IPE melakukan survei kesehatan awal pada 18–20 Januari 2026 terhadap 240 kepala keluarga di Kelurahan Lukluk.

Survei tersebut memetakan kondisi kesehatan dasar dan faktor risiko penyakit di masyarakat. Salah satu temuan utama adalah tingginya potensi risiko hipertensi, yang kemudian menjadi fokus intervensi utama melalui edukasi, deteksi dini, dan dorongan perubahan perilaku hidup sehat.

Rangkaian kegiatan lapangan diawali dengan program Desa Tangguh Bencana (Destana) pada 25 Januari 2026. Kegiatan ini diisi simulasi gempa bersama ibu-ibu PKK Kelurahan Lukluk untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Selain itu, mahasiswa juga memasang rambu titik rawan banjir di dua lokasi yang dinilai berisiko, sebagai bentuk edukasi visual agar masyarakat lebih waspada terhadap potensi bencana lingkungan.

Fokus kegiatan kemudian berlanjut ke sektor pendidikan dan remaja melalui program sekolah sehat. Pada 27 Januari 2026, penyuluhan kesehatan gigi dilaksanakan di SD Negeri 1 Lukluk untuk menanamkan kebiasaan menjaga kebersihan gigi sejak dini.

Di hari yang sama, SD Negeri 3 Lukluk menjadi lokasi kegiatan pengenalan pubertas serta edukasi perlindungan diri dari kekerasan seksual pada anak usia sekolah dasar, sebagai upaya penguatan literasi kesehatan reproduksi dan perlindungan anak.

BACA JUGA:  Peserta JKN-KIS Bisa Dilayani di FKTP Hanya Dengan Tunjukkan NIK

Edukasi Kawasan Tanpa Rokok juga diberikan di SD Negeri 2 Lukluk pada 28 Januari 2026 guna menumbuhkan kesadaran bahaya rokok dan pentingnya lingkungan sekolah yang sehat.

Mahasiswa turut terlibat dalam kegiatan Posyandu Remaja pada 24 Januari 2026. Kegiatan ini menitikberatkan pada edukasi kesehatan mental berupa edukasi anti-bullying, serta penguatan perilaku hidup sehat pada kelompok remaja.

Di bidang kesehatan lingkungan, tim KKN IPE melakukan pemasangan lubang biopori pada 28 Januari 2026 di tiga desa adat yang berada di wilayah Kelurahan Lukluk, yakni Desa Adat Lukluk, Desa Adat Anggungan, dan Desa Adat Perang.

Setiap desa adat dipasang dua lubang biopori di area pura desa. Program ini bertujuan meningkatkan daya resap air, mengurangi potensi genangan, sekaligus mendorong pemanfaatan sampah organik rumah tangga melalui komposting sederhana.

Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari aparat desa adat dan tokoh masyarakat setempat. Bendesa Adat Lukluk menilai program biopori modifikasi relevan dengan kebutuhan desa.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi desa adat kami, kami berharap kegiatan ini akan terus dilangsungkan setiap tahun,” katanya.

Sebagai tindak lanjut atas temuan risiko hipertensi, mahasiswa melaksanakan pelayanan kesehatan terpadu berbasis Interprofessional Education pada 31 Januari 2026.

Kegiatan ini meliputi senam lansia, pemeriksaan kesehatan gratis, pijat komplementer, serta edukasi gizi seimbang. Pemeriksaan dilakukan untuk skrining faktor risiko penyakit tidak menular, sementara edukasi diberikan secara langsung agar masyarakat memahami pentingnya pola makan sehat, aktivitas fisik, dan pemantauan kesehatan rutin.

“Saya senang karena saya bisa tahu berapa tensi dan gula saya, juga bisa dapat terapi karena tensi saya tinggi katanya,” ucap salah satu peserta kegiatan.

BACA JUGA:  Ngoerah Sun Wellness and Aesthetic Center Diresmikan, Dorong Bali Jadi Destinasi Wisata Medis Internasional

Rangkaian kegiatan ditutup dengan
program pemberdayaan kader kesehatan melalui demonstrasi Pemberian Makan Tambahan (PMT) pada 1 Februari 2026. Kegiatan ini melibatkan kader dari sembilan lingkungan di Kelurahan Lukluk.

Mahasiswa memperkenalkan produk PMT bernama Nutrijo, berupa puding berbahan dasar kacang hijau dan jagung sebagai alternatif pangan tambahan untuk membantu pengendalian hipertensi dan diabetes. Demonstrasi ini juga menjadi sarana transfer pengetahuan agar kader dapat mereplikasi menu sehat secara mandiri di lingkungan masing-masing.

Melalui rangkaian kegiatan yang disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat, KKN IPE di Kelurahan Lukluk diharapkan mampu memperkuat peran generasi muda sebagai agen perubahan perilaku hidup sehat.

Program ini juga diharapkan mendorong kesadaran kolektif terhadap pencegahan penyakit menular dan tidak menular, penguatan kesehatan lingkungan, serta kesiapsiagaan bencana secara berkelanjutan melalui kolaborasi mahasiswa, kader, sekolah, dan masyarakat setempat.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top