Produk Ecoprint Diminati Masyarakat Global

3b4fe96c-3022-4ce2-b7a5-7411a20f9973

Akhirnya, Yenni mulai menjalankan usaha kriyanya yaitu ecoprint dengan bahan dasar kulit dan kain. Teknik  diaplikasikan menjadi bentuk sandal, tas, topi dompet, sepatu, kipas. Pewarnaan dari alam yang digunakan diambil dari kulit kayu pohon mangrove yang tidak terpakai dan buah mangrove (lindur) yang jatuh digunakan untuk pewarna, serta daun – daunnya juga digunakan untuk motif.

Dengan perkembangan tren saat ini dikatakan ecoprint sedang booming. Masyarakat mulai paham bahwa ecoprint menggunakan pewarna alam. “Jadi mereka untuk menghindari polutan yang sintetik, mereka sudah beralih ke alami. Jadi lumayan juga penggemar ecoprint sekarang,” ujarnya.

Usaha yang dimulai saat pandemi itu pun pemasarannya menggunakan online. Antusias pembeli online membuatnya bertahan dan mengembangkan usahanya. Hingga kini, pasca pandemi, penjualan offline tak kalah besar, bahkan mendominasi penjualannya.

Menurutnya dengan penjualan offline, pembeli dapat melihat secara langsung dan memegang produknya langsung. “Dengan cara itu, pembeli yang awalnya tidak ingin membeli, namun hanya dengan memegang, dapat membuat orang tertarik membeli,” ujarnya.

Dengan system konsinyasi, tanpa memiliki toko, ia dapat memasarkan produknya. Bahkan konsinyasi yang dilakukan dengan toko – toko ternama seperti SOGO dan Matahari, Bali Collection, dan toko oleh – oleh. Dalam sebulan rata – rata ia bisa menjual 150 pcs dari berbagai jenis produk.

Perkembangan jaman membuat Yenni menyesuaikan diri baik dari sisi produk yang diminati, pelayanan dan cara – cara bertransaksi. Tak ketinggalan, selain pemasaran lewat aplikasi Tiktok dan Marketplace, Yenni juga menyediakan pembayaran menggunakan QRIS BRI, karena saat ini pembelinya lebih banyak menggunakan QRIS.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top