Beberapa Perguruan Tinggi Luar Negeri sebagai partner Undiknas dalam pembelajaran, seperti 1) Edith Cowan University, Perth, Australia, 2) Murdoch University, Perth, Australia, 3) Teeside University, United Kingdom, 4) Istanbul Medipol University, Turkey; 5) Help University, Malaysia dan lainnya.
Menurutnya, seperti diketahui bahwa embrio dual degree ini adalah International undergraduate program, program berbasis internasional dengan mahasiswa asing dari beberapa negara seperti mahasiswa Jerman, Australia, Jepang, Cina, Korea, Nigeria dan negara lainnya.
Membangun program ini tentu diikuti dengan sumber daya pengajar, media, perangkat dan infrastruktur yang memiliki standar internasional. Apalagi 5 tahun kedepan, Undiknas menargetkan Akreditasi Internasional yang bergengsi dan berkelas Internasional, yaitu AACSB, The Association to Advance Collegiate Schools of Business.
"Keseriusan kami dalam mempersiapkan perangkat, komponen, dan indikator penilaian dalam mewujudkan akreditasi Internasional sudah dirancang sebagai milestone, tonggak-tonggak capaian, langkah yang jelas dan terukur. Semoga," harapnya.
Sementara itu, Ketua Perkumpulan Pendidikan Nasional (Perdiknas) Dr. AA Ngurah Eddy Supriyadinata Gorda, juga menyebut, prestasi ini sebagai kado istimewa di bulan kemerdekaan.

Foto: Dr. AA Ngurah Eddy Supriyadinata Gorda.
Yang terpenting, pihaknya di yayasan, selalu mendukung program-program rektor. Karena antara badan hukum penyelenggara dengan rektorat harus seirama.
"Kami tentu bersyukur. Tapi tidak juga larut dalam euforia, mengingat tantangan menyandang akreditasi unggul tidak mudah. Sekarang kami dorong beberapa program studi lain mengikuti jejak prodi sarjana manajemen," pungkas Gung Eddy, sapaannya. W-009










