DENPASAR-fajarbali.com | Prestasi membanggakan diraih I Putu Fery Karyada, dosen akuntansi Universitas Hindu Indonesia (Unhi), yang dinobatkan sebagai Wisudawan Terbaik Program Doktor pada Wisuda ke-261 Tahun 2026 di Universitas Airlangga (Unair) belum lama ini.
Fery, sapaan karib Putu Fery Karyada, berhasil menyelesaikan studi dalam waktu 2 tahun 10 bulan dengan capaian Indeks Prestasi Komulatif (IPK) 3,97.
Selama menempuh pendidikan doktoral, Fery menunjukkan produktivitas akademik yang tinggi melalui berbagai publikasi ilmiah, termasuk artikel pada jurnal bereputasi internasional seperti Scopus Q1 dan jurnal nasional terakreditasi SINTA 2, serta menghasilkan buku akuntansi berbasis nilai kearifan lokal.
Melalui disertasinya, Fery mengembangkan konsep Akuntansi Kerthi, sebuah pendekatan akuntansi keberlanjutan yang mengintegrasikan nilai ekonomi, sosial, budaya, lingkungan, dan spiritual berbasis kearifan lokal Bali.
"Gagasan ini memperluas perspektif akuntansi modern dengan menempatkan keseimbangan antara manusia, alam, dan budaya sebagai fondasi utama," jelas Fery ditemui di Kampus Unhi, Denpasar, Rabu (15/4/2026).
Saat menjalankan studi doktornya, Fery juga menjalankan peran sebagai Kepala Kerthi Bali Research Center. Ia masih aktif dalam kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, khususnya dalam penguatan ekonomi berbasis kearifan lokal di Bali.
Sehingga pada tahun 2024, ia turut dipercaya sebagai tim pengembangan akuntansi adat melalui Surat Keputusan Gubernur Bali.
Ke depan, Fery berharap konsep yang dikembangkan tidak berhenti pada disertasi, tetapi segera dikembangkan agar dapat diimplementasikan secara nyata, khususnya dalam memperkuat sistem ekonomi adat di Bali.
“Harapan saya sederhana, konsep yang saya rumuskan tidak berhenti di disertasi, tetapi benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga memperkuat kontribusi Universitas Hindu Indonesia dalam pengembangan ilmu pengetahuan di tingkat nasional.
Dari Bali ke panggung nasional, capaian ini menunjukkan bahwa nilai kearifan lokal dapat menjadi fondasi kuat dalam membangun inovasi akademik yang relevan dan berkelanjutan.










