“Kalau anak, buat untuk anak-anak. Kuncinya jangan malu, dan konsistensi,” ungkapnya.
Sementara itu, pembicara kedua adalah Ni Putu Ayu Suangningsih, dari BASAbali Wiki, yang membahas soal persiapan sebelum mengikuti lomba konten kreator agar memperhatikan konsep pembuatan yang baik dan benar.
“ Ada beberapa tahapan misalnya video pembukaan, isi dan penutup harus jelas , begitupun tematik, yang menarik, dibahasakan dengan jelas," jelas Suangningsih.
Dalam workshop ini nantinya dijadikan bahan untuk para peserta dalam lomba membuat konten digital kreatif atau edukatif basa, aksara dan sastra.
“Jumlah peserta workshop sebanyak 100 orang dari berbagai kalangan diantaranya mahasiswa, penyuluh, dan umum,” jelas Agung Wiriawan pihak panitia BBB VI .
Bagi mereka yang ikut lomba akan mengumpulkan karya konten yang wajib menggunakan bahasa Bali dan diunggah di medsos seperti IG dan akan ditutup pada 10 Februari 2025.
Agung Wiriawan menambahkan dengan penyelenggaraan workshop ini diharapkan meningkatkan kemauan dan kegemaran generasi muda dalam menggunakan bahasa Bali sebagai sarana dalam membuat konten-konten di Media Sosial.
"Sehingga pelestarian dan pengembangan bahasa Bali akan dapat berjalan dengan baik,” kata dia.










