"Setiap sekolah itu mengisi 36 per rombel (rombongan belajar). Marilah regulasi ini dihormati, sehingga proses penerimaan peserta didik baru tahun ini, supaya dapat berjalan dengan baik dan lancar," imbuhnya.
Dengan rombel ini menurutnya bisa diketahui berapa kelas yang dapat diterima sekaligus jumlah siswa yang akan ditampung nantinya.
"Itu sudah sekian tahun berjalan namun dalam perjalanan ada penyimpangan-penyimpangan yang saya lihat, nah terutama teman-teman kita di negeri," singgung Murjana.
Rincian yang ada dalam catatannya dari 763 calon siswa yang mendaftar di SMK TI Bali Global, 469 mendaftar registrasi ulang, ternyata untuk tahun ini berkurang untuk ke sekolah negeri hanya 9 orang.
"Sekarang berjalan 462. Kelas 1 tahun 2022 sejumlah 23. Hanya berkurang dari tahun yang dulu. Kalau tahun dulu hampir 2 kelas larut. Nah sekarang di tahun baru ini, sangat berkurang. Mudah-mudahan di tahun ini tak ada kecurangan seperti itu lagi. Sebab sekolah swasta ini juga sebagai aset bangsa. Ikut mencerdaskan anak bangsa dalam rangka untuk menuju dunia kerja maupun perguruan tinggi, karena kami adalah SMK khususnya di bidang teknologi lagi," urai Murjana.
Lebih lanjut dijelaskan pula di SMK TI Bali Global Denpasar terdapat 5 jurusan. Dalam perubahan kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) ada 4 perubahan konsentrasi di tahun ajaran 2023/2024 ini.
"Satu konsentrasi RTL, CKJ, Animasi dan DKP karena perubahan kurikulum dari K13 menjadi MBKM. Tahun ini kita masih bisa menerima siswa itu sebanyak 405, 14 rombel yang terdiri dari 36 per rombel," terangnya.










