DENPASAR -fajarbali.com |Tim gabungan Polda Bali dan Polres Gianyar terus mendalami penemuan potongan tubuh manusia di Muara sungai Wos Teben, Banjar Keden, Desa Ketewel, Gianyar, pada Kamis 26 Februari 2026. Dugaan sementara, potongan tubuh itu sangat mirip dengan korban penculikan warga negara Ukraina, Igor Komarav (28) yang dilaporkan hilang saat berlatih sepeda motor di kawasan Jimbaran, Kuta Selatan.
Sementara aparat kepolisian menyebutkan adanya indikasi kesamaan ciri fisik memang ada. Namun kepastian identitas masih menunggu hasil uji forensik. Hal itu disampaikan Kabid Humas Polda Bali Kombes Ariasandy, kepada awak media, pada Jumat 27 Februari 2026.
Kombes Ariasandy mengatakan, pengecekan identifikasi dilakukan dengan autopsi dan pencocokan DNA. Dibenarkanya memang ada dugaan kemiripan tato dan ciri fisik dengan salah satu korban yang dilaporkan hilang.
"Tapi kami tidak bisa menyimpulkan hanya dari pengamatan visual. Semua harus dipastikan melalui analisis forensik dan pencocokan DNA,” bebernya.
Perwira melati tiga dipundak ini mengatakan potongan tubuh itu ditemukan di Muara pada pagi hari sekitar pukul 10.00 Wita. Setelah ditemukan warga, tim gabungan dari Ditreskrimum, Polres Gianyar, dan Inafis Polda Bali melakukan olah tempat kejadian perkara.
Selesai olah TKP, bagian tubuh dievakuasi ke RSUP Rumah Sakit Umum Pusat Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah untuk kepentingan autopsi dan pengambilan sampel DNA oleh tim Disaster Victim Identification (DVI).
"Jadi, kondisi jenazah saat ditemukan sudah dalam keadaan membusuk," ungkapnya.
Dalam pemeriksaan awal, potongan tubuh terdiri atas kepala, bagian tangan, bahu, paha, hingga telapak kaki. Bahkan sebagian organ dalam turut ditemukan. Diduga kuat potongan tubuh ini korban mutilasi.
“Kalau dilihat secara kasat mata, itu jelas potongan tubuh. Sayatannya terlihat kasar di bagian persendian. Jadi bisa kami pastikan ini mutilasi,” bebernya.
Ia menambahkan, saat ini masih ada lagi potongan tubuh yang belum ditemukan seperti telapak tangan.
"Ya, masih terdapat beberapa bagian yang belum ditemukan, seperti telapak tangan, tim masih melakukan pencarian," ujarnya.
Diterangkanya, Polda Bali juga telah mengambil sampel DNA dari keluarga korban penculikan warga Ukraina untuk dicocokkan dengan temuan tersebut.
“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak keluarga dan mengambil sampel DNA. Nanti akan kami cocokkan apakah identik atau tidak,” sebut Ariasandy.
Dugaan awal, kata Ariasandy, potongan tubuh itu kemungkinan dibuang dari lokasi lain lalu terbawa arus sebelum akhirnya terdampar saat pasang surut. Namun titik awal pembuangan masih dalam penelusuran. “Karena ditemukan di muara, ada kemungkinan terbawa arus. Ini masih kami dalami,” ujarnya.
Selain uji forensik, penyidik memeriksa saksi-saksi di sekitar lokasi dan menelusuri rekaman kamera pengawas di kawasan tersebut. Hingga kini, identitas korban belum diumumkan. Ariasandy menegaskan hasil analisis DNA akan menjadi dasar utama untuk memastikan apakah potongan tubuh itu berkaitan dengan kasus penculikan warga Ukraina yang sedang ditangani.
"Tim masih bekerja melakukan pendalaman, termasuk memeriksa keterangan para saksi di sekitar TKP serta menelusuri rekaman CCTV di lokasi ditemukannya potongan tubuh tersebut. Untuk asal lokasi pembuangan masih kami telusuri," pungkas mantan Kabid Humas Polda Nusa Tenggara Timur ini mengakhiri. R-005









