Sementara Perbekel Desa Tegak, I Ketut Sujana, mengatakan selama ini warga hanya memanfaatkan mata air tersebut untuk tirta dan dikonsumsi sendiri. "Untuk mencapai sumber air ini diperlukan tenaga ekstra karena harus berjalan kaki menuruni anak tangga yang sedikit terjal. Kami perlahan-lahan segera akan merancang desa wisata. Apalagi Desa Tegak memiliki sejumlah objek yang potensial untuk dikembangkan sebagai desa wisata. Harapan kami ditahun 2021 nanti, semua ini sudah bisa dikembangkan," ungkapnya. (dia)










