Pos Pengaduan Kekerasan di Sekolah Perempuan Srikandi Diintensifkan

593107F4-E5F2-4800-9BD8-E74CAAB6AECD

Pengamatan Fat ini, menandakan kepekaan anggota mulai terasah terhadap peristiwa kekerasan di sekitarnya. 

Selain Fat, anggota lain juga aktif membagikan pengalaman kekerasan di lingkungan masing-masing.

Nara sumber Sundari Megarini, pun menanggapi dengan memberikan pemahaman tentang kekerasan dan solusi-solusi yang dapat ditangani oleh pemerintah melalui UPTD PPA.

Yang terpenting, kata dia, pertama adalah penguatan anggota agar mampu menggerakkan pos pengaduan secepatnya.

Untuk itu penyamaan persepsi harus terbangun mengingat anggota sekolah perempuan ini terdiri dari unsur ibu-ibu leader desa, kepala keluarga perempuan, lansia, disabilitas, dan para penyintas.

Setelah memahami jenis-jenis kekerasan terhadap perempuan dan anak, kemudian dibedah berbagai tips mendekati keluarga yang mengalami kekerasan dan penelantaran. “Tentu ada strategi pendekatan untuk membantunya,” ujarnya.

Para pendamping lapangan dari LSM Bali Sruti secara intensif mendampingi dan membimbing organisasi perempuan desa yang baru ini agar mampu berdaya dan membantu sesama warga perempuan dan anak serta pemerintahan desa.

Sekolah Perempuan binaan Bali Sruti-KAPAL Perempuan ini merupakan sebuah model pemberdayaan perempuan tingkat desa guna mendukung Desa/Kelurahan Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DKRPPA). Dibentuk dan dibina di dua desa sebagai percontohan, yaitu desa Dauh Puri Kangin dan Dauh Puri Kaja.

Guna mendukung perwujudan DKRPPA Kota Denpasar, kedepan diharapkan model pemberdayaan perempuan tingkat desa ini dapat diadopsi pemerintah kota Denpasar disemua desa dan kelurahan. rl

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top