Materi pelatihan mencakup berbagai teknik regulasi emosi, mulai dari latihan pernapasan dalam, perilaku asertif, hingga penanganan agresi secara spiritual melalui afirmasi positif. Para peserta juga diajak untuk mempraktikkan keterampilan tersebut agar menjadi kebiasaan positif di rumah maupun lingkungan kerja.
Setelah lima hari pelaksanaan, pada 7 Oktober 2025, tim pengabdi melakukan monitoring dan evaluasi. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman ibu-ibu PKK terhadap konsep perilaku agresi dan cara menanganinya.
“Sebagian besar peserta mengalami penurunan skor perilaku agresi setelah mengikuti pelatihan. Mereka kini lebih mampu mengelola emosi secara fisik, psikologis, dan spiritual,” ungkap Ketua Tim, I Wayan Candra.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan bantuan investasi kepada mitra sasaran yang diterima oleh Ketua PKK dan Kepala Desa Dauh Puri Klod, dilanjutkan dengan sesi foto bersama. (dj)










