Seluruh data yang diperoleh peserta KKN IPE yang berlangsung dari 5-23 Februari 2018 itu, akan dikembalikan ke masing-masing puskesmas secara on-line, sehingga pemerintah di empat kabupaten mendapatkan ‘data base’ yang akurat terkait kondisi kesehatan warganya. “Kami sebagai perguruan tinggi kesehatan di bawah Kemenkes, tentu berupaya maksimal mewujudkan apapun program pemerintah, terutama di bidang kesehatan,” sebutnya, sembari menyampaikan dosen pembimbing yang terlibat sebanyak 117 orang.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali Ketut Suarjaya mengaku mengapresiasi dan mengucapkan terimakasih atas kerja keras dan komitmen Civitas Akademika Poltekkes Denpasar dalam membangun kesehatan masyarakat. Dari KKN IPE yang mengusung tema ‘Wujudkan Keluarga Sehat Melalui Germas dan Pendekatan Keluarga’ diharapkan mampu memberi data riil kepada pemerintah, untuk selanjutnya diambil langkah-langkah strategis melalui kebijakan.
Suarjaya mengakui, masih banyak masyarakat Bali yang belum melaksanakan pola hidup sehat, belum semua punya jamban, air bersih, serta beberapa penyakit menular masih berkembang, meski pun jumlahnya cukup kecil. “Kami menitip program Germas kepada Poltekkes Denpasar, karena ini program prioritas pemerintah. Lakukan dengan maksimal,” pungkas Suarjaya. Pembukaan IPE juga dihadiri seluruh peserta, dosen dan kepala dinas kesehatan dari empat kabupaten. (gde)










