Ia juga mengingatkan bahwa Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 5 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Sampah memperkuat pentingnya pengelolaan sampah berbasis sumber dalam rangka meningkatkan kesehatan masyarakat dan kualitas lingkungan hidup.
Dalam kunjungannya, Ny. Putri Koster turut meninjau pameran yang diselenggarakan oleh mahasiswa dari enam Jurusan (Gizi, kesehatan lingkungan, Kebidanan, Keperawatan, Teknologi Laboratorium Medik, Kesehatan Gigi) di areal Poltekkes. Ia didampingi Direktur Politeknik Kesehatan Kemenkes Denpasar, Sri Rahayu.
Selain sanitasi yang baik, ia juga menekankan bahwa keseimbangan gizi untuk anak-anak harus menjadi prioritas guna mendukung tumbuh kembang mereka, baik secara fisik, mental, maupun kognitif.
Acara ini menjadi momentum bagi generasi muda untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan serta menerapkan pola hidup sehat demi masa depan yang lebih baik.
Direktur Poltekkes Kemenkes Denpasar Dr. Sri Rahayu, S.Tr.Keb., S.Kep., Ners., M.Kes., menambahkan, civitas akademika mendukung Program Pemerintah Provinsi Bali, baik melalui kegiatan Tridarma Perguruan tinggi maupun kegiatan lainnya.
Menurut Sri Rahayu, pihaknya menggerakkan mahasiswa tentang edukasi pentingnya gizi dan kesehatan dalam siklus hidup, pemberdayaan masyarakat dalam pemilahan sampah organik dan non organik.
"Kami gerakkan mahasiswa one student one family to edukasi pentingnya gizi, memilah sampah keluarga dan pengelolaannya," pungkas Sri Rahayu.
Sebagai institusi pendidikan tinggi kesehatan, Politeknik Kesehatan Denpasar tentunya menjadi pionir dalam penerapan pola hidup bersih dan sehat.










