Wijana menambahkan pentingnya menjaga nilai toleransi, terutama di tengah keberagaman masyarakat Bali. “Kegiatan ini sangat penting untuk menumbuhkan sikap toleransi di kalangan generasi muda, karena Bali sudah terkenal dengan sikap toleransi masyarakatnya dari dulu. Dan ini harus kita rawat dan tumbuhkan melalui kegiatan FAD dan Forgimala ini. Dan kita harapkan generasi muda di Badung dari berbagai suku, ras, dan agama bisa bersatu untuk menciptakan suasana yang khuyub, aman, damai dan penuh toleransi dalam menciptakan kehidupan bermasyarakat penuh dengan kedamaian,” tegasnya.
Sementara, Ketua Panitia Jumbara x Swakarya Praba 2025, Ni Made Ayu Dian Maharani, menjelaskan bahwa tahun ini kegiatan digelar seharian penuh, dimulai dari pagi hingga malam hari, dengan rangkaian lomba hingga acara puncak.
“Pada tahun ini kami berkolaborasi dengan Forgimala yang tujuannya adalah untuk merayakan Hari Anak Nasional juga untuk menanamkan kerukunan generasi muda. Untuk kegiatannya hari ini kami melaksanakan kegiatan dari pagi sampai sore, pagi dengan lomba dan sorenya adalah acara puncaknya,” jelas Dian.
Ia juga mengungkapkan bahwa setiap penyelenggaraan Swakarya Praba selalu diiringi dengan peluncuran Majalah SALIA (Sahabat Literasi Anak) yang digagas oleh FAD Badung. Tahun ini, SALIA telah memasuki edisi ke-4 dan dapat diakses melalui tautan di bio Instagram @fadbadung.
“Tahun lalu Swakarya Praba mengangkat tema tentang lingkungan, dan tahun ini kami mengangkat tema tentang budaya. Kami harap kegiatan ini bisa terus berlanjut tahun-tahun ke depan dan lebih dikenal oleh masyarakat luas. Utamanya, Majalah SALIA dapat menjadi bacaan wajib untuk anak-anak di Kabupaten Badung,” pungkasnya.










