Selain itu, kader kesehatan di Dusun Tunjung Sari juga menunjukkan peran aktif sejak awal pelaksanaan kegiatan, mulai dari mobilisasi peserta, membantu fasilitasi tempat, hingga mendampingi peserta selama sesi edukasi berlangsung. Keterlibatan kader ini menjadi kunci penting dalam menjamin keberlanjutan edukasi kepada masyarakat secara lebih luas.
Kepala Dusun Tunjung Sari, I Komang Sugata, menyambut baik dan mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini dan berharap kader-kader di wilayahnya dapat terus menjadi penggerak edukasi menyusui di tengah masyarakat.
Sebagai bentuk dukungan berkelanjutan, tim pengabdi juga menyerahkan bahan edukasi berupa booklet dan kit konseling menyusui kepada Posyandu yang diharapkan dapat dimanfaatkan secara mandiri oleh kader untuk melanjutkan edukasi secara berkala di komunitas.
Kegiatan ini menjadi bentuk nyata kontribusi Poltekkes Kemenkes Denpasar dalam mendukung peningkatan kualitas layanan kesehatan ibu dan anak, khususnya di tingkat desa.
Melalui pemberdayaan kader dan keterlibatan aktif masyarakat, diharapkan pesan penting tentang pentingnya ASI eksklusif dapat menjangkau lebih banyak keluarga dan membawa manfaat jangka panjang bagi tumbuh kembang anak.










