Pj Bupati Rochineng Sambangi Dua KK Warga Miskin, Pengentasan Kemiskinan Mesti Bersinergi  

GIANYAR-fajarbali.com | Di sela-sela kesibukannya sebagai Penjabat Bupati Gianyar, Dr I Ketut Rochineng menyempatkan diri mengunjungi warga miskin di wilayah Gianyar, Jumat (9/3/2018) lalu.

Hal ini berawal dari ketidakpercayaan atas laporan yang menyebutkan 4,066% warga Gianyar masih katagori miskin. Dimana Kabupaten Gianyar yang merupakan daerah pariwisata terbaik di Bali dinilainya sangat kecil menyimpan warga miskin.

Untuk membuktikan hal tersebut, PJ Bupati Rochineng mengunjungi dua warga miskin di Desa Sidan dan Desa Siangan. Rumah pertama yang dikunjungi adalah rumah Pande Made Sukamba, asal Banjar Bukit Sari, Desa Sidan, Gianyar. Melihat kondisi rumah Pande Made Sukamba, Pj Bupati Rochineng langsung iba dan langsung memberikan bantuan rumah layak huni.

“Kalau menunggu dari program pemerintah, mungkin terlalu lama, jadi kita upayakan penanggulangan sementara secara swadaya dan gorong royong,” jelas Rochineng.
Melihat kondisi rumah kedua warga, Pande Made Sukamba asal Banjar Bukit Sari, Desa Sidan dan I Wayan Tinggal warga Banjar Roban, Desa Siangan, Pj Bupati Ketut Rochineng merasa iba dan langsung memberikan bantuan Rumah Layak Huni.

“Kalau menunggu terlalu lama, kasian warga. Sambil menunggu program dari Pemerintah Kabupaten Gianyar dalam pengentasan kemiskinan, kita akan upayakan penanggulangan sementara secara swadaya,” tegas Rochineng.

Dimana kondisi rumah Pande Made Sukamba (68) sungguh memprihatinkan. Bangun tempat tinggal yang selama ditempatinya rata dengan tanah dihantam angin kencang dan hujan awal Januari lalu. Dilihat dari kontruksi tempat tinggal yang roboh, bisa dikatakan belum layak dikatakan sebagai bangunan rumah. Bagiamana tidak, kontruksinya sebagian besar dari bambu yang sudah mulai lapuk dengan tembok terbuat dari anyaman bamboo.

Adanya angin kencang dan hujan lebat, tempat tinggalnya tak kuat menahan terjangan angin sehingga roboh rata dengan tanah. Semenjak saat itu, Sukamba bersama istri, Ni Made Mustini, (47) dan satu orang anaknya, Pande Made Sastrawan menumpang tinggal di rumah Kelian Banjar Dinas Bukit Sari, Agus Suminarsa. Sukamba dan istri yang kesehariannya pekerja serabutan, yang penghasilan dari kerjanya tersebut hanya mampu digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Penderitaan keluarga ini ditambah dengan musibah yang menimpa anaknya beberapa minggu lalu saat bekerja memotong dahan pohon di wilayah Desa Beng. Kejadian tersebut membuat tangan kirinya nyaris terpotong oleh mesin sensor yang membuatnya kini tak leluasa beraktifitas.

Dikatakan Rochineng dalam upaya percepatan pengentasan kemiskinan di Kabupaten Gianyar yang merupakan daerah pariwisata, dirinya juga akan bersinergi dengan pihak-pihak yang berkompeten baik BUMD maupun pihak swasta lainnya. Begitu juga dengan mendorong partisipasi warga sekitar, dalam hal pengerjaannya bisa dilakukan dengan cara gotong-royong.

Kodisi yang serupa juga ditemui saat Rochineng melihat langsung rumah Wayan Tinggal, asal Banjar Roban, Desa Siangan. Dimana rumah yang dihuni tidak layak disebut rumah. Rumah yang ditempati semi permanen. PJ Bupati Rochineng juga menyebutkan akan memberikan bantuan rumah layak huni dalam waktu dekat. “Secepatkan akan kita salurkan bantuan rumah layak huni, sebagai salah satu program pengentasan kemiskinan,” pungkasnya. (sar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Cokorde Istri Dian Laksmi Dewi, Artis Hijrah ke Akademisi

Ming Mar 11 , 2018
DENPASAR-fajarbali.com | Paras anggun didukung tinggi badan yang ideal membuat Dr. Cokorde Istri Dian Laksmi Dewi, SH.,MH., dengan mudah memasuki dunia modeling di tahun 2005, selepas menamatkan pendidikannya di SMAN 3 Denpasar.