“Dari sisi keuangan, Perusahaan membukukan total pendapatan mencapai Rp 5,0 triliun, naik sebesar 11% jika dibandingkan periode sama tahun lalu. Sementara itu, total beban meningkat sebesar 16% y/y menjadi Rp4,0 triliun di Semester I-2024. Peningkatan pada beban disebabkan naiknya biaya pendanaan Perusahaan seiring dengan peningkatan suku bunga. Dengan demikian, laba bersih Perusahaan setelah pajak dibukukan sebesar Rp 765 miliar atau mengalami penurunan sebesar 7% y/y. Return on Asset (ROA) dan Return on Equity (ROE) Perusahaan masingmasing tercatat menjadi sebesar 6,1% dan 14,2% di Semester I/2024.” kata Sylvanus Gani Kukuh Mendrofa, Direktur Keuangan Adira Finance.
Dari sisi pendanaan, Perusahaan terus melakukan diversifikasi sumber pendanaan baik melalui dukungan berkelanjutan dari pembiayaan bersama dengan Perusahaan induknya, Bank Danamon, dan emperoleh pinjaman eksternal dari bank (baik bank dalam negeri maupun luar negeri) dan pasar modal (obligasi lokal dan sukuk mudharabah). Per posisi Juni 2024, Pembiayaan Bersama mewakili 47% dari piutang yang dikelola.
Sementara itu, total pinjaman Perusahaan pada Juni 2024 meningkat sebesar 44% y/y menjadi Rp21,5 triliun, terdiri dari pinjaman bank (dalam negeri dan luar negeri) dan obligasi & sukuk masing-masing berkontribusi 64%:36%. Hasilnya, gearing ratio sebesar 2,2 kali pada Juni 2024.”










