MANGUPURA -fajarbali.com |I Ketut Miasa (43) lagi pusing tujuh keliling. Bagaimana tidak, peternakan ayam boiler miliknya di Banjar Pikah, Desa Blahkiuh, Kecamatan Abiansemal, Badung, ludes terbakar pada Selasa 13 Januari 2026 sekitar pukul 03.00 dini hari. Diduga kuat, api berasal dari korsleting listrik dari bangunan lantai 2 sebelah utara peternakan.
Akibat peristiwa itu, satu unit mesin pemanas, satu unit mesin blower, serta sekitar 18 ribu ekor bibit ayam boiler yang berada di dalam kandang, hangus terbakar. Korban mengaku mengalami kerugian Rp1 miliar.
Dalam keterangannya, Ketut Miasa mengatakan terbakarnya peternakan ayam itu awalnya diketahui oleh karyawannya, I Wayan Tri Agus Anggarta (27). Karyawan yang tinggal di mess dekat lokasi tiba-tiba terbangun setelah mendengar ada suara pecahan bambu.
Saksi keluar dan mengecek, dan mendapati kobaran api muncul dari lantai dua sebelah utara kandang. Api cepat menjalar ke seluruh sisi bangunan yang merupakan bangunan semi permanen dengan bahan kayu dilapisi terpal plastik.
"Karyawan saya melihat api sudah membesar dari peternakan, kejadian itu langsung diberitahukan ke saya," ungkap Ketut Miasa, pada Selasa 13 Januari 2026.
Ia pun segera menuju ke lokasi peternakan. Ia melihat si jago merah mengamuk hampir ke seluruh area peternakan. Upaya pemadaman sempat dilakukan dengan peralatan seadanya sambil menunggu petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi.
Tak lama kemudian, petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Badung tiba di lokasi dilengkapi dengan dua unit mobil pemadam. Petugas damkar sempat kewalahan memadamkan api dikarenakan susahnya akses kendaraan masuk ke dalam area kebakaran.
"Si jago merah berhasil dijinakkan dalam waktu kurang lebih tiga jam," terangnya.
Ketut Miasa mengakui bangunan semi permanen berlantai tiga itu menyimpan bibit ayam boiler sekitar 18 ribu ekor. Ayam-ayam tersebut merupakan hasil ternak peliharaan yang rencananya dijual hidup kepada pengepul, lalu dipasarkan.
"Ada sekitar 18 ribu ekor, semuanya masih kecil, baru enam hari. Ini ayam pedaging, nanti kalau ada pembeli yang datang tinggal ambil, mereka yang potong sendiri. Disini kita hanya peternakan saja,” ungkapnya.
Diungkapkanya, usaha peternakan ayam broiler tersebut telah digeluti Ketut Miasa sejak 2008 dan menjadi satu-satunya sumber penghidupan bagi keluarganya.
Nahas, pasca kebakaran peternakan miliknya, Ketut Miasa tidak bisa berbuat banyak. Ia hanya bisa termenung memandang puing-puing kandang yang hangus. Ia mengaku belum tahu apa rencana selanjutnya ke depan.
"Cuma di sini saja usaha saya. Sudah jalan dari 2008, hampir 18 tahun. Masih bingung. Belum kepikiran mau bagaimana selanjutnya," ungkapnya lirih.
Keterangan terpisah, Kapolsek Kompol I Nyoman Karang Adiputra membenarkan laporan kebakaran itu diterimanya dari petugas Bhabinkamtibmas Blahkiuh dan direspon Polsek Abiansemal. Pihaknya langsung mendatangi lokasi, membantu proses pemadam, memintai keterangan saksi dan korban serta melakukan identifikasi.
Diterangkanya dari hasil identifikasi, kebakaran diduga korsleting listrik pada bangunan kandang.
"Diduga korsleting listrik, tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut. Pemilik peternakan tidak melaporkan kejadian dan menganggapnya sebagai musibah," ungkap Kompol Adiputra. R-005










