Dari sisi produsen, pada dialog ini juga terdapat insight dari mengenai inisiatif yang telah dilakukan untuk mengatasi sampah plastik melalui kerja sama dalam pemilahan sampah dengan masyarakat, serta tanggung jawab produk juga sangat penting untuk dipertanggungjawabkan kepada konsumen. Hal ini dipaparkan oleh Widya Paramitha, Sustainable Development Specialist PT. Solusi Bangun Indonesia (SBI). Pemrosesan sampah padat menjadi RDF (Refuse Derived Fuels) oleh SBI telah berdampak pada pengurangan 80% sampah padat ke tempat pembuangan akhir sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi karena mengurangi bahan bakar fosil serta dampak positif ke lingkungan karena mengurangi emisi.
Tulus Abadi dari Yayasan Konsumen Indonesia dalam penutup dialog memberikan tanggapannya bahwa permasalahan sampah plastik yang sampai ke laut dan berbagai usaha dalam pengurangannya tentunya diperlukan peran semua pihak. Sampah tidak hanya menjadi cost center tetapi juga dapat menjadi profit center serta memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Dalam konteks perlindungan konsumen, sangat diharapkan adanya konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab dengan menggunakan produk-produk yang ramah lingkungan. Sinergi yang berkelanjutan perlu didorong juga melalui perubahan perilaku konsumen sehingga dapat mencapai target bersama untuk mengurangi sampah di laut pada tahun 2025. (rl/dj)










