Pertolongan Pertama Serangan Asma

Penulis: dr. Putu Dion Pratama Puja

LAPORAN riset kesehatan dasar oleh Kementrian Kesehatan RI tahun 2013 memperkirakan jumlah pasien asma di Indonesia mencapai 4.5 persen dari total jumlah penduduk. Asma adalah penyakit jangka panjang pada saluran pernapasan yang ditandai dengan penyempitan dan peradangan saluran napas. Akibatnya timbul rasa sesak dan kesulitan bernapas. Gejala lain dari asma adalah nyeri dada, batuk, dan mengi.

Saluran pernapasan penderita asma cenderung lebih sensitif ketimbang yang tidak mengidapnya. Itulah sebabnya saat paru-paru penderita asma teriritasi salah satu pemicu, otot pernapasan akan menjadi kaku dan saluran napas pun menyempit. Beberapa pemicunya antara lain asap rokok, terpapar zat kimia, bulu binatang, atau bahkan udara dingin.

Dikutip dari liputan6.com yaitu opini Wamenkes terkait asma yang memaparkan “Di Indonesia, asma terjadi pada semua kelompok umur,” kata Wamenkes dalam temu media virtual terkait Hari Asma Sedunia tahun 2021 pada Jumat (7/5/2021). “Asma tidak dapat disembuhkan, namun manifestasi klinis asma dapat dikendalikan,” ujarnya.

Apabila melihat pasien sedang mengalami serangan asma, Anda bisa membantunya dengan mempraktikkan pertolongan pertama pada asma berikut ini yaitu bantulah orang tersebut untuk duduk tegak dengan nyaman, sambil melonggarkan pakaiannya agar tidak sesak Tanyakan faktor pencetus asma dan jauhkan penderita dari kemungkinan pencetusnya, seperti debu, udara dingin, atau hewan peliharaan.

Jika orang tersebut memiliki obat asma, seperti inhaler, bantu dia untuk menggunakannya. Jika dia tidak memiliki inhaler, gunakan inhaler yang ada di kotak P3K, jangan menggunakan obat inhaler dari penderita asma yang lain Untuk menggunakan inhaler, lepaskan tutupnya, kocok, lalu sambungkan inhaler ke spacer, dan pasangkan mouthpiece pada spacer.

Setelah itu, tempelkan mouthpiece pada mulut penderita dan usahakan agar mulut penderita menutupi seluruh ujung mouthpiece. Ketika penderita mengambil napas perlahan-lahan, tekan inhaler satu kali. Minta dia agar tetap mengambil napas pelan-pelan dan sedalam mungkin, kemudian tahan napas selama 10 detik.

Semprotkan inhaler sebanyak empat kali, dengan jarak waktu sekitar 1 menit tiap kali semprotan. Setelah empat semprotan, tunggu hingga 4 menit. Jika masih sulit bernapas, berikan empat semprotan lagi dengan jarak waktu yang sama. Jika tetap tidak ada perubahan, berikan empat semprotan inhaler setiap 4 menit sekali, sampai ambulans tiba.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Meminimalisir Penularan Saat Merawat Pasien Tuberkulosis di Rumah

Ming Mar 20 , 2022
Penulis: dr. Putu Dion Pratama Puja TUBERKULOSIS atau yang bisa dengan TBC atau TB adalah salah satu penyakit yang banyak ditemui di Indonesia. Bahkan TBC di Indonesia diketahui penyebab kematian terbesar pertama. Kebanyakan kasus tuberculosis menyerang saluran pernapasan, yaitu tepatnya di paru-paru.  Tuberkulosis disebabkan oleh bakteri yang dikenal dengan sebutan […]
BPD BALI