Persiapan PKB XLVIII Nyaris 100 Persen, Peed Aya Dirancang Berbeda dari Sebelumnya

IMG-20260605-WA0039
Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Provinsi Bali Ida Bagus Alit Suryana [tengah] memberikan keterangan pers terkait persiapan PKB XLVIII, Jumat (5/6/2026).

DENPASAR-fajarbali.com | Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Provinsi Bali Ida Bagus Alit Suryana, mengatakan, persiapan Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 yang akan dibuka pada 13 Juni mendatang nyaris 100 persen. 

Adapun hal yang belum bisa dipastikan, misalnya kehadiran langsung Presiden Prabowo Subianto untuk membuka PKB. Namun pihaknya masih terus melakukan komunikasi dengan Istana Negara agar harapan kepala negara membuka PKB dapat terwujud.

Alit Suryana menambahkan, secara teknis persiapan hanya mendekorasi panggung-panggung di Taman Budaya Provinsi Bali dan membangun panggung kehormatan pawai PKB di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali atau Bajra Sandhi.  

Para seniman diharapkan menunjukkan karya-karya terbaiknya. Demikian pula masyarakat diharapkan memberi dukungan untuk hadir di PKB dengan tertib, tidak membawa dan membuang sampah di PKB. Semua pihak bekerja dengan baik agar PKB yang sudah memasuki usia ke-48 berjalan sukses. 

‎Agenda PKB sama dengan tahun lalu. Ada pawai, lomba, pergelaran, parade, workshop, sarasehan, Jantra Tradisi Bali, BWCC, dan Penghargaan Adi Sewaka Nugraha. Semua tampilan diikat dengan tema Atma Kerthi, Jiwa Sidha Parisudha. Dipastikan semua karya  berbeda dengan tahun lalu karena temanya berbeda.

‎PKB 2026 mengusung tema “Atma Kerthi – Jiwa Sidha Parisudha (Memuliakan Jiwa Paripurna)”. Berbagai materi kegiatan disiapkan mulai dari peed aya atau pawai, rekasadana/pergelaran, utsawa atau parade, wimbakara/lomba, widyatula, lokakarya, pameran, Jantra Tradisi Bali, hingga Bali World Culture Celebration (BWCC).

‎Dari sisi partisipasi, jumlah seniman dan kelompok seni mengalami peningkatan signifikan dibanding tahun sebelumnya. Untuk kegiatan pawai diperkirakan melibatkan sekitar 3.430 seniman. Rekasadana diikuti sekitar 6.300 seniman, sedangkan Utsawa Parade melibatkan sekitar 7.835 seniman.

‎Secara keseluruhan, PKB XLVIII Tahun 2026 melibatkan 673 sekaa dan yayasan seni dengan total sekitar 20.929 seniman. Jumlah tersebut meningkat dibanding PKB 2025 yang mencatat 562 sekaa dan 14.229 seniman. 

BACA JUGA:  Bangunan Pura Taman Ayun Dipertahankan Sesuai Aslinya, Dibidik Masuk Zonasi Cagar Budaya Peringkat Nasional 

Mengenai ‎pawai budaya atau peed aya yang masih menjadi perhatian masyarakat, Kurator PKB I Made Bandem meyakini PKB tahun ini lebih menarik dari episode-episode sebelumnya. Ada dua hal yang memengaruhi. Pertama karena pengaruh tema, dan hasil binaan dari tim kurator. 

Menurut Bandem, tema Atma Kerthi sangat menarik karena sarat nuansa spritual. Selain itu, para penampil juga diberikan pemahaman tentang perbedaan pawai budaya dengan panggung. 

"Kami pantau latihan peed aya di kabupaten/kota dilakukan di lapangan dengan berjalan. Ini seperti gladi. Beda dengan sebelumnya, latihan di wantilan sehingga kesannya pawai panggung yang diam," ungkap Bandem. 

Ia melanjutkan, setiap kabupaten/kota bakal menampilkan keunikan budaya dari salah satu kecamatan yang ditunjuk. Misalnya untuk Gianyar menunjuk Kecamatan Tampaksiring. Ini juga menjadi hal menarik sekaligus menantang. Para penonton akan disuguhi keanekaragaman seni pertunjukan. 

Kurator I Wayan Dibia menambahkan, penggunaan dalang dalam peed aya sudah ditiadakan. Dari hasil evaluasi, waktu yang dibutuhkan kurang efisien serta cenderung menjadi atraksi panggung saat dalang menjabarkan cerita. Namun penggunaan narasi tetap dilakukan secara dinamis.

Rata-rata personel peed aya per kabupaten rata-rata 300 orang. Hanya Kota Denpasar yang mengirim personil 400 orang. Disbud dan kurator meyakini peed aya tahun ini bakal memuaskan penonton. (gde)

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top