Ia juga berharap hubungan kedua daerah dapat semakin erat melalui promosi wisata dua arah. Pemerintah Provinsi Bali, kata Koster, akan mendorong lebih banyak masyarakat Bali untuk berkunjung ke Rusia, khususnya Saint Petersburg.
“Kita perlu melakukan pertemuan secara rutin untuk mempromosikan pariwisata kedua wilayah,” imbuhnya.
Terkait rencana kunjungan ke Saint Petersburg, Koster menyebut akan dilakukan koordinasi lebih lanjut mengingat adanya agenda pemilihan parlemen di Rusia. Ia menegaskan seluruh agenda kerja sama internasional harus mendapat persetujuan dari pemerintah pusat.
Sementara itu, Ketua Delegasi Parlemen Saint Petersburg, Alexandr Belski, menegaskan bahwa hubungan Indonesia dan Rusia dibangun di atas fondasi persahabatan yang kuat.
“Saya sangat senang bisa datang ke Bali. Kami berharap berbagai proyek kerja sama dapat diwujudkan, termasuk pengembangan transportasi yang mendukung sektor pariwisata,” ujarnya.
Sementara itu, Kalganov dari Kantor Gubernur Saint Petersburg menyampaikan harapan agar masyarakat Bali dapat lebih banyak mengunjungi Saint Petersburg. Ia bahkan menekankan untuk segera memenuhi undangan Gubernur Saint Petersburg untuk menandatangin resmi kerjasama persahabatan kedua provinsi, pada September atau Oktober 2026 mendatang. Secara khusus Ia juga mengundang langsung delegasi Bali untuk datang pada September mendatang, bertepatan dengan pelaksanaan pemilihan parlemen di wilayah tersebut.
“Kami akan menunggu kedatangan delegasi Bali ke Saint Petersburg. Kota kami indah di setiap musim, termasuk saat musim salju,” katanya.










