“Kami melihat tantangan nelayan tidak hanya soal ekonomi, tapi juga tentang keberlanjutan hidup mereka di tengah perubahan iklim dan keterbatasan energi. Melalui KENALI, kami ingin menghadirkan solusi teknologi hijau yang dapat menekan biaya sekaligus membuka peluang baru bagi masyarakat pesisir,” ujar Muhammad Baron, Corporate Secretary PT Pertamina International Shipping.
Program KENALI sendiri mengusung tiga pilar utama, yaitu:
Renewable Energy
Penerapan mesin listrik untuk perahu nelayan, pembangunan solar charging station, dan penyediaan fasilitas umum berbasis energi surya.
Community Empowerment
Pendampingan nelayan untuk mengembangkan diversifikasi usaha seperti wisata mangrove, fishing trip, bird watching, kuliner pesisir (blue foods), serta pengelolaan sampah berbasis komunitas.
Financial Literacy
Pemberdayaan perempuan nelayan melalui literasi keuangan keluarga dan peningkatan akses finansial untuk usaha mikro.
Desa Kelan, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Bali, menjadi lokasi pertama pelaksanaan program ini sejak 2024. Berbagai kegiatan turunan dari tiga pilar utama telah dijalankan bersama 117 anggota masyarakat, seperti pengadaan mesin bertenaga energi terbarukan, pemasangan solar panel, pengembangan ekowisata mangrove, pelatihan ekowisata dan blue food, literasi keuangan, serta edukasi pengelolaan sampah kepada 161 rumah tangga.
Manfaat program DEB KENALI kini mulai dirasakan masyarakat. Misalnya, pengurangan emisi hingga 62 kg CO₂ dalam 2 bulan pemakaian mesin perahu listrik, peningkatan pendapatan nelayan, serta terbentuknya usaha mikro berbasis sumber daya lokal melalui kegiatan seperti ecotrip mangrove dan olahan ikan laut.










