DENPASAR-fajarbali.com | Merayakan Hari Bumi dengan langkah konkret, The Meru Sanur dan Bali Beach Hotel menghadirkan inisiatif berkelanjutan melalui penanaman pohon di Ethnobotanical Garden, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan, Sanur. Kegiatan ini mengusung filosofi Panca Maha Bhuta, sebuah konsep kearifan lokal Bali yang merepresentasikan keseimbangan lima elemen alam yakni tanah, air, api, udara, dan alam semesta. Inisiatif ini tidak hanya bertujuan menghijaukan kawasan, tetapi juga menjadi simbol dedikasi dalam menjaga harmoni antara manusia dan lingkungannya.
Penanaman pohon ini dilakukan di area strategis Ethnobotanical Garden yang dirancang sebagai ruang wellness yang hidup. Melalui konsep ini, setiap tanaman yang dipilih memiliki makna mendalam sesuai elemennya. Elemen Pertiwi (tanah) diwakili oleh pohon Badung dan Buni sebagai simbol stabilitas, sementara elemen Apah (air) melalui tanaman Delima dan Belimbing Buluh mencerminkan pemurnian. Integrasi ini menciptakan sebuah ekosistem yang tidak hanya asri secara visual, tetapi juga kaya akan nilai filosofis dan spiritual.
Director of Marketing Communications The Meru Sanur, Bali Beach Hotel, The Haritage Collection, Bali Beach Convention, Melody Siagian menyebutkan bahwa kegiatan ini turut melibatkan The Heritage Associates, yaitu para purnabakti yang telah mengabdi puluhan tahun sejak era Grand Inna Bali Beach. Kehadiran mereka menjadi jembatan emosional antara warisan sejarah masa lalu dengan visi keberlanjutan masa depan. “Keterlibatan para tokoh senior ini memberikan pesan kuat bahwa pelestarian lingkungan adalah tanggung jawab lintas generasi yang harus terus dijaga demi kelangsungan budaya dan alam Bali yang unik,” ujarnya.
Tak sekadar menanam, pemilihan jenis vegetasi juga dipandu oleh kearifan Taru Pramana, yakni sistem pengetahuan pengobatan tradisional Bali. Pohon-pohon seperti Kepundung Merah (elemen Teja), Jeruk Bali (Bayu), hingga Cemara (Akasa) ditanam untuk mendukung perjalanan penyembuhan holistik bagi pengunjung. Kawasan ini diproyeksikan menjadi pusat edukasi botani sekaligus ruang terapi alami yang menutrisi tubuh dan menyeimbangkan energi bagi pasien maupun wisatawan di KEK Kesehatan.
Sejalan dengan aksi hijau tersebut, The Meru Sanur secara resmi menerima Sertifikat Pengurangan Emisi Karbon tahun 2025 dari GUAVA International. Penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan atas keberhasilan hotel dalam mereduksi emisi sebesar 20kg CO2e melalui optimalisasi penggunaan dry amenities yang ramah lingkungan di setiap kamar. Langkah ini membuktikan bahwa operasional hotel berbintang dapat berjalan selaras dengan prinsip-prinsip konservasi global.
Transparansi dalam pencapaian lingkungan ini juga diperkuat melalui proses verifikasi independen oleh KPMG. Audit ini memastikan bahwa setiap data pengurangan emisi dilaporkan secara akurat dan memenuhi standar internasional yang ketat. Kehadiran verifikator kelas dunia ini memberikan kepercayaan bagi publik dan tamu bahwa komitmen keberlanjutan yang dijalankan oleh The Meru Sanur bukan sekadar jargon, melainkan praktik bisnis yang terukur dan kredibel.
Vice President Operations & Customer Relations, Caitie Younghwa Lee, menegaskan bahwa Ethnobotanical Garden akan menjadi jantung dari ekosistem hidup di kawasan "The Sanur". Ruang hijau ini diharapkan menjadi titik temu di mana alam, proses penyembuhan, dan komunitas berpadu secara harmonis. “Hari Bumi adalah momentum tepat untuk menanamkan fondasi kesejahteraan jangka panjang yang manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh tenant dan pasien di masa depan,” jelasnya.
General Manager The Meru Sanur, Ed Brea, menambahkan bahwa visi besar hotel adalah menciptakan destinasi yang melestarikan warisan budaya sekaligus menawarkan keramahan kelas dunia. “Dengan mengintegrasikan nilai Tri Hita Karana, hubungan harmonis antara manusia dengan Tuhan, sesama, dan alam, proyek ini menjadi bukti nyata transformasi Sanur menjadi pusat kesehatan global yang tetap berpijak pada akar tradisi lokal yang kuat,” terangnya.
Peran GUAVA International sebagai mitra strategis juga sangat krusial dalam transformasi ini. Sebagai organisasi yang diakui oleh PBB, GUAVA membantu mengubah aspek keberlanjutan dari beban biaya menjadi pendorong nilai dan pendapatan melalui solusi inovatif. Kepemimpinan mereka dalam ekonomi sirkular memastikan bahwa setiap produk dan pengalaman tamu di The Meru Sanur berkontribusi positif bagi komunitas lokal dan pelestarian ekologi global.
Melalui sinergi antara tradisi Taru Pramana dan standar keberlanjutan modern, Ethnobotanical Garden di KEK Kesehatan Sanur kini berdiri sebagai mercusuar baru bagi pariwisata berkelanjutan. Setiap pohon yang tumbuh akan menjadi saksi bisu upaya kolektif dalam menjaga bumi. Inisiatif ini menegaskan posisi Sanur bukan hanya sebagai tempat beristirahat, melainkan sebagai ruang untuk menemukan kembali keseimbangan hidup di tengah tantangan perubahan iklim global. (M-001)









