Percepat Terbentuknya Herd Immunity, Proses Vaksinasi Harus Gencar Dilakukan

Denpasar-fajarbali.com | Memasuki Bulan Juni 2021, aktivitas pemberian vaksinasi di Bali sudah sepenuhnya berjalan dengan baik. Hampir semua kalangan baik dari tenaga kesehatan, lansia hingga masyarakat umum sudah mendapatkan vaksinasi.


Terkait cakupan vaksinasi ini, Direktur Utama RSUP Sanglah Denpasar, dr I Wayan Sudana mengklaim, untuk Provinsi Bali cakupan vaksinasi adalah yang tertinggi di Indonesia. “Dari pertemuan terakhir, kami mendapat informasi dari Kementerian Kesehatan RI, bahwa cakupan vaksinasi di Bali yang tertinggi jika dibandingkan dengan wilayah lain di Indonesia,” jelasnya.

Lebih lanjut dr Sudana menerangkan, jika hingga saat ini cakupan vaksinasi di Bali sudah mencapai 10 persen dari total target vaksinasi yang ditetapkan yakni di angka 70 persen dari total jumlah penduduk Pulau Bali. “Untuk 10 persen ini, meliputi kalangan lansia, ASN dan pendusuk di wilayah zona hijau yang memang dipersiapkan untuk membuka Pariwisata Bali,” ujarnya.

Baca Juga :
Pelajar Pencuri Pratima di Pura Ternyata Anak Durhaka, Curi Kalung dan Cincin Emas Ibunya
Partai Golkar Support Penuh Tamba-Ipat

Meskipun diklaim sebagai yang tertinggi di Indonesia, namun proses vaksinasi baik di Bali maupun skala nasional menurut Ahli Virologi dan Molekuler Biologi Universitas Udayana Prof. Dr. drh. I Gusti Ngurah Kade Mahardika mengatakan, proses vaksinasi yang dilakukan masih tergolong lambat. “Meskipun Bali merupakan yang tertinggi, namun pelaksanaannya masih lambat. Sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat perlu dilakukan agar tidak adanya penolakan,” ungkapnya.

Penyebab dari lambatnya pelaksanaan proses vaksinasi ini diakui Prof Mahardika bukan disebabkan oleh pasokan vaksin yang kurang, namun karena masih banyak penduduk yang enggan untuk mengikuti vaksinasi. Padahal menurutnya, upaya vaksinasi ini adalah salah satu upaya untuk mengakhir siklus pandemi supaya tidak terjadi serangan gelombang ketiga.

“Jika berkaca dari sejarah 100 tahun yang lalu pernah terjadi wabah flu spanyol, itu berlangsung selama tiga tahun lebih tanpa adanya vaksinasi, untuk kasus saat ini jika pandemi covid memiliki kemiripan dengan flu spanyol, maka untuk memotong siklus gelombang ketiga upaya vaksinasi bisa menjadi solusinya,” tegasnya.

Karena dengan adanya vaksinasi maka kekebalan komunal bisa terbentuk lebih cepat. Dan untuk mencapai komunitas yang bisa melawan pandemi, capaian vaksinasi harus cepat. “Tidak perlu 70 persen, 55 persen saja tercapai, maka kekebalan komunal sudah bisa dibentuk di satu kawasan,” tutupnya. (dha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Bali Memasuki Musim Kemarau, Puncaknya Agustus Mendatang

Sel Jun 8 , 2021
Denpasar-fajarbali.com | Sejumlah wilayah di Bali sejak April lalu telah memasuki musim kemarau yang diprakirakan mencapai puncaknya Agustus mendatang. Kendati telah memasuki musim kemarau, tidak menutup kemungkinan Bali masih diguyur hujan terutama di wilayah Bali Tengah seperti Bangli akibat fenomena La Lina.
BPD BALI