Percepat Target Penurunan Stunting, BKKBN Sasar Kabupaten Bangli

1fe7f319-0e68-4d23-80d7-14b6cca6afb9

Saat ini Provinsi Bali fokus untuk menurunkan angka stunting dari hulu,  yaitu calon pengantin dan ibu hamil.

Menurutnya, stuting sangat berpengaruh dengan kualitas otak anak-anak dan kualitas kesehatan yang akan menjdi rentan sakit. Berdasarkan hasil sementara Survei Kesehatan Indonesia (SKI) Tahun 2023 bahwa Kabupaten Bangli menunjukkan penurunan angka stunting. Namun ia berharap semua pihak tidak terlena.

Lurah Kubu diwakili Kasi Kesra I Nengah Budiarsa, berpendapat, edukasi pencegahan stunting sangat penting diketahui masyarakat karena dampaknya sangat berpengaruh kepada kualitas SDM untuk mewujudkan Indonesia Emas di tahun 2045.

Ia menyatakan, kinerja lurah, tim pendamping keluarga dan semua pihak di Kelurahan Kubu perlu diapresiasi dalam upaya yang telah dilakukan dalam pencegahan stunting, khususnya pendampingan terhadap 13 bayi yang berisiko.

"Saya berharap dengan adanya kegiatan ini di wilayah kami, dapat menyadarkan masyarakat betapa pentingnya penurunan stunting sehingga dapat menekan angka stunting dan kalau perlu di kelurahan kubu zero stunting," harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, KB, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak Kabupaten Bangli Dewa Putu Agung Purnama, menambahkan, stunting di Kabupaten Bangli berdasarkan SSGI 2022 sebesar 9,1 persen atau masih di atas rata-rata Provinsi Bali, 8 persen.

"Hasil ini menunjukkan kita perlu bersinergi untuk menurunkan stunting. Tidak hanya dari pemerintah tapi dari kesadaran masyarakat itu sendiri," kata Purnama, seraya mengingatkan, hal yang paling penting adalah persiapan calon pengantin untuk memerikasakan dirinya 3 bulan sebelum menikah meliputi pemeriksaan tinggi badan, berat badan, lingkar lengan atas dan kadar hemoglobin.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top