Sementara itu sambutan Gubernur Bali yang dibacakan oleh Inspektur Upacara Pj. Bupati Gianyar, I Ketut Rochineng mengatakan usia ke-247 tahun dalam laju ruang dan waktu adalah menunjukkan usia yang sudah matang dalam perjalanannya. Kabupaten Gianyar telah mengalami pasang surut dan dinamika politik, ekonomi dan social yang hendaknya dapat disikapi dengan arif dan bijaksana oleh seluruh komponen masyarakat.
“Diulang tahun ini saya merasa bangga dan memberi apresiasi yang sangat tinggi atas semangat dan jiwa seni dari warga Gianyar. Ulang tahun ini juga saya jadikan ajang introspeksi diri dan evaluasi kedepannya, dimana dalam waktu ratusan tahun Gianyar telah mencapai kemajuan seperti sekarang ini,” kata Ketut Rochineng.
Dengan tema, Gianyar Sebagai Inspirasi Pelestarian Budaya Bali sangat relevan dengan upaya semangat membangkitkan niai-nilai kearifan local masyarakat Kabupaten Gianyar yang memiliki indentitas citra dan taksu sebagai kabupaten seni dan kota pusaka. Dalam kesempatan itu juga ditegaskan, filosofi menyama braya harus tetap dijaga dan menjadi landasan hidup dalam upaya menjaga kondusifitas keamanan di Gianyar, apalagi menjelang pilkada sebentar lagi.
Optimalkan partisipasi lembaga tradisional secara institusional menjaga keamanan di Kabupaten Gianyar . Dalam kesempatan itu jga diserahkan hadiah pada para pemenang lomba terkait peringatan HUT Ke 247 Kota Gianyar. Hadiah diserahkan lngsung oleh Pj. Bupati Rochineng, didampingi oleh kepala OPD terkait. Seusai pelaksanaan apel di Lapanga Astina Gianyar, dilanjutkan dengan apel dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan Kertha Kertya Mandala. (sa)










