Sudarsana menegaskan bahwa pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, dibutuhkan kerjasama dan kolaborasi antara pemerintah dengan stakeholder yang bergerak di bidang kesehatan untuk mewujudkan pencapaian transformasi tersebut, tidak terkecuali Fohoway Internasional.
"Saya berharap Fohoway semakin meningkatkan peran dan kontribusi terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui upaya preventif, promotif sampai dengan kuratif dan rehabilitatif," pungkasnya.
CEO Fohoway Asia Pacific, Mr. Nicholas Zhang mengatakan, acara ini terselenggara dengan spektakuler, bukan hanya sebagai momen perayaan ulang tahun, namun juga menjadi bukti perkembangan Fohoway yang terus melesat, membuat berbagai pencapaian cemerlang.
Fohoway Indonesia merupakan negara cabang Fohoway yang ke-23, yang telah hadir ditengah-tengah masyarakat, untuk menyebarkan manfaat kesehatan dan kesuksesan bagi banyak orang.
"Saat Fohoway masuk ke Indonesia 3 tahun lalu, saat itu banyak perusahaan tutup, banyak orang kerja dari rumah dan banyak orang tidak bekerja, namun kehadiran Fohoway di Indonesia yang terus bergerak dan mengembangkan diri bisa memberikan peluang sukses bagi mereka semua," ucapnya.

Foto: Staf Ahli Gubernur Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan I Made Sudarsana dan Chairman of Fohoway International, Han Jin Ming
Lebih lanjut dikatakan, walaupun baru genap berusia 3 tahun, namun, Fohoway Indonesia telah membuktikan pencapaiannya, terbukti dengan memiliki 300.000 lebih mitra usaha yang telah tersebar di berbagai wilayah Indonesia.










