
“Kami sudah menerapkan hybrid learning jauh sebelum pandemi ini terjadi sehingga kami, baik guru maupun siswa, tidak lagi merasa kesulitan untuk menjalankan pembelajaran jarak jauh. Tantangan yang kami hadapi adalah membangun motivasi belajar siswa karena mereka sangat merindukan bertemu dengan guru dan bermain dengan teman mereka di sekolah. Kami pun kembali mengandalkan teknologi dalam menghadirkan kegiatan-kegiatan untuk meningkatkan motivasi mereka,” ujar Dzulfikar.
Selama proses pembelajaran jarak jauh, guru berperan penting dan bertanggung jawab untuk mengawasi setiap kegiatan yang dilakukan siswa agar mereka bijak saat menggunakan fasilitas pada Chromebook. Apabila siswa mengakses situs lain selama proses pembelajaran berlangsung, maka guru dapat langsung memblokir situs bahkan Chromebook mereka. Lebih dari itu, penyampaian materi yang mudah diakses, dimengerti, dan dipahami oleh siswa juga merupakan tanggung jawab terbesar bagi para guru selama proses pembelajaran jarak jauh. Disinilah guru dituntut untuk menghadirkan materi yang menarik dengan menggunakan Google Slides maupun Google Sites.
Dzulfikar juga mengembangkan sistem informasi terpadu dengan G Suite for Education, di mana Google Drive menjadi sumber database mereka. Dengan sistem ini, orang tua yang mendampingi siswa saat proses pembelajaran jarak jauh berlangsung secara otomatis dapat melihat nilai dan hasil belajar putra-putri mereka. Penilaian yang diberikan melalui Google Classroom akan terhubung dengan Google Sheets yang dapat dilihat oleh orang tua.










