Menurut Ayu, peralatan minum tersebut proses finishingnya menggunakan water based sehingga aman untuk makanan dan minuman. Proses pengerjaan untuk 1 cangkir membutuhkan waktu yang cukup lama karena menggunakan pengeringan alami dengan panas matahari. “Kalau cuaca panas, 1 cangkir dikerjakan 1 hari. Kalau cuaca kurang bagus lebih dari 2 hari. Paling lama adalah proses pengeringan,” katanya.
Disebutkan Ayu, teko air dari bambu ini dijual mulai Rp200.000, sedotan Rp2.000 per batang sedangkan per paket Rp40.000 dan 1 set cangkir (isi 6) dibanderol Rp300.000.
"Keunggulan bambu saat proses pengerjaan tidak memerlukan energi yang besar. Saat dicuci pun mudah. Karena bambu secara alami memiliki sifat antibakteri. Dicuci jangan pakai sabun agar awet cukup pakai air panas dan digosok, nanti kotoran lepas dengan sendiri," tutupnya. (dar).










