Sumandya berharap kegiatan yang sudah dilaksanakan dapat berkelanjutan dan bermanfaat bagi mahasiswa sebagai calon guru profesional. Menurut Sumandya, kedepannya, guru tidak hanya cukup dengan mengajar namun juga harus memiliki jiwa kepemimpinan dan karya.
Lebih lanjut, Sumandya membawa angin segar bahwa di Bali mengalami kekosongan guru mulai tahun ini, khususnya lagi Bimbingan Konseling di satuan-satuan pendidikan. Hal itu terungkap dari diskusinya dengan berbagai pemangku kepentingan bidang pendidikan.
Tentu saja, kata dia, iniformasi ini menjadi peluang yang baik bagi lulusan PPG. “Nanti data pastinya akan segera diinformasikan,” kata dia. Ia meminta mahasiswa PPG untuk siap-siap menghadapi tantangan Uji Kompetensi Pendidikan Profesi Guru (UKPPG) untuk menjadi guru profesional.
“Kalian telah memutuskan pilihan (sebagai guru profesional). Jangan ada keraguan sedikitpun. Lebih baik mengundurkan diri kalau ragu,” tegasnya.
Senada, Rektor UPMI Bali Prof. Dr. Drs. I Made Suarta, SH., M.Hum., menyebut, bahwa keraguan akan membawa seseorang di tengah persimpangan jalan. Kalau sudah demikian, maka kesuksesan tidak akan pernah berhasil diraih.
Prof. Suarta menyarankan, jika sudah mengambil sebuah keputusan, maka lakukan dengan sungguh-sungguh dan sepenuh hati. Dengan demikian, kesuksesan pasti datang sebagai hadiah.
Ia kembali mengingatkan, guru adalah profesi yang sangat mulia dan penuh tanggung jawab. Sebab ini berkaitan dengan kelangsungan generasi bangsa. “Saya analogikan, misalnya nih jika dokter salah ngasi resep, paling yang merasakan risiko satu orang. Tapi kalau guru salah mendidik, maka bangsa yang terancam,” tegasnya. Turut hadir para wakil rektor, dekan di lingkungan UPMI serta Ketua YPLP PT IKIP PGRI Bali Drs. IGB Arthanegara, SH., MH., M.Pd. (Gede/W-009)










