Pentingnya Sinergi Pemerintah, Masyarakat, dan Media Dalam Menanggulangi Kekerasan Seksual

Lokakarya_1

Korwil Bali Utara AJI Denpasar, Eka Prasetya mengatakan, seorang jurnalis harus memiliki kemampuan untuk memilah informasi yang sifatnya sensitif seperti halnya kasus kekerasan seksual. Ia mengaku jika menulis tentang kasus kekerasan seksual memang sangat rawan dan harus penuh pertimbangan. "Hingga saat ini masih banyak pemberitaan mengenai kekerasan seksual di Bali yang masih belum memenuhi kaidah etik jurnalis. Masih ditemukan pelanggaran, seperti mencampurkan fakta dan opini, mengungkapkan identitas korban, menggunakan diksi yang bias, hingga media yang menggiring opini pembacanya untuk membuat persepsi dan menghakimi korban. Untuk meliput dan menulis tentang kasus kekerasan seksual yang baik, jurnalis harus memahami apa itu kekerasan seksual," sebutnya.

Eka menambahkan, dalam menulis kasus kekerasan seksual, jurnalis harus melindungi identitas korban dan tidak boleh sembarangan menyebutnya. Identitas itu bisa berupa nama, foto, alamat rumah, nama sekolah, nama keluarga terkait, dan informasi pribadi yang tidak dibutuhkan dalam pemberitaan. "Saat meliput dan menuliskan berita, jurnalis harus mempertimbangkan kondisi korban dan mendapatkan persetujuannya," pungkasnya. (Dartha/Fajar Bali)

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top