PETANI adalah kelompok pekerja yang setiap hari berkontak langsung dengan pupuk, pestisida, tanah, dan berbagai bahan kimia lainnya.
Paparan tersebut dapat menyebabkan masalah kulit, salah satunya dermatitis kontak akibat kerja atau yang disingkat DKAK, yaitu peradangan kulit yang muncul karena iritan atau alergen di lingkungan pekerjaan.
Kondisi ini paling sering menyerang tangan dan kaki, karena bagian tubuh tersebut paling sering bersentuhan dengan pupuk, pestisida, dan tanah.
Karena itu, penting untuk memahami bagaimana paparan pupuk dan pestisida dapat merusak kulit, dan bagaimana pencegahannya.
Mengapa Pupuk dan Pestisida Berbahaya bagi Kulit?
Bahan-bahan kimia yang terkandung di dalam pupuk dan pestisida dapat merusak lapisan pelindung kulit sehingga menyebabkan:
• Kemerahan
• Gatal
• Luka atau lepuh
• Kulit kering dan pecah-pecah
Faktor yang Meningkatkan Risiko Dermatitis Kontak pada Petani:
1. Sering kontak dengan pupuk dan pestisida
Hampir semua aktivitas bertani (menyemprot, memupuk, membersihkan lahan) melibatkan paparan bahan kimia.
2. Tidak menggunakan alat pelindung diri (APD)
Petani yang tidak menggunakan sarung tangan, sepatu boots, dan masker memiliki risiko dermatitis lebih tinggi.
3. Lingkungan kerja lembap dan panas
Keringat membuat kulit lebih mudah rusak dan mempercepat penyerapan bahan kimia.
Cara Melindungi Diri dari Dermatitis Kontak
1. Gunakan Alat Pelindung Diri (APD)
Paling tidak, gunakan:
• Sarung tangan
• Sepatu boots
• Masker
• Baju lengan panjang
2. Hindari kontak langsung dengan pupuk dan pestisida










